alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Disetujui Bank Jateng Surakarta

Pemkab Blora Pinjam Rp 150 Miliar Bangun Jalan Rusak

BLORA, Radar Bojonegoro – Usaha Pemkab Blora untuk pinjam uang Rp 150 miliar di Cabang Bank Jawa Tengah Surakarta mendapat lampu hijau. Penandatanganan kesepakatan antar kedua belah pihak Selasa (31/5) itu diperkirakan akan cair tahun ini, maksimal Desember. Pinjaman akan digunakan pembangunan jalan di Blora.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menjelaskan, sudah ada penandatanganan kesepakatan kedua belah pihak. Sehingga, pemkab untuk mendapatkan pinjaman sudah terbuka lebar. Pihaknya memastikan akan cair tahun ini dengan ketentuan akhir pencairan pada Desember.

 

“Belum cair. Tapi sudah disetujui, sekarang beralih perencanaan di daerah,” ujarnya.

 

Komang menjelaskan, perencanaan lelang dan kebutuhan lain telah disiapkan, tupoksinya berada di dinas pekerjaan umum dan peanataan ruang (PUPR). Tentunya, pencairan juga mengacu pada proses lelang. “Pencairan nanti melihat hasil lelanggnya seperti apa, mungkin lebih baik pembayaran sekaligus,” jelasnya.

Baca Juga :  Enam Kampus Paparan, Desa Tinggal Memilih

 

Bupati Arief Rohman menjelaskan, pinjaman daerah sudah mendapat lampu hijau, perjanjian kerja sama sudah disepakati dengan penandatangan nota. Pinjaman itu merupakan jenis kredit pemerintah daerah, dengan maksimal Rp 150 miliar.

 

Bupati menjelaskan, anggaran pembangunan infrastruktur jalan yang setiap tahunnya hanya Rp 150 miliar, tahun ini menjadi Rp 280 miliar lebih. Pihaknya memastikan, lebih banyak lagi jalan rusak  bisa tuntaskan dalam periode kepemimpinannya.

 

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Slamet Pamuji menjelaskan, dana pinjaman dari bank tersebut tidak masuk dalam postur anggaran dana alokasi khusus (DAK) ataupun dana alokasi umum (DAU). “Masuk tersendiri dana pinjaman daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Menhub Minta Bupati Tetangga Mendukung

 

Sementara itu, mewakili Bank Jateng, Ony mengaku optimistis pinjaman nantinya akan berlangsung lancar. Sekaligus dapat bermanfaat pembangunan di Blora. “Diharapkan kredit ini bisa memberikan manfaat mendukung pembangunan di Kabupaten Blora dan juga infrastruktur,” harapnya.

 

Terpisah, Ketua DPRD Blora Dasum menjelaskan, proses peminjaman sudah melalui proses dengan DPRD dan disetujui untuk melakukan pinjaman. Ia berpesan agar pembangunan infrastruktur di Blora segera dilaksanakan. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

 

“Saya mengharapkan tim pelaksana pembangunan di Blora segera membangun jalan, karena masyarakat sudah menanti hasilnya,” tuturnya.

 

Politikus PDIP tersebut mengungkapkan, dengan dimulainya pinjaman tersebut, pembangunan infrastruktur akan lebih banyak lagi. Sebab menjadi salah satu fokus program kepemimpinan bupati dan wakilnya saat ini. (luk/rij)

Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

BLORA, Radar Bojonegoro – Usaha Pemkab Blora untuk pinjam uang Rp 150 miliar di Cabang Bank Jawa Tengah Surakarta mendapat lampu hijau. Penandatanganan kesepakatan antar kedua belah pihak Selasa (31/5) itu diperkirakan akan cair tahun ini, maksimal Desember. Pinjaman akan digunakan pembangunan jalan di Blora.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menjelaskan, sudah ada penandatanganan kesepakatan kedua belah pihak. Sehingga, pemkab untuk mendapatkan pinjaman sudah terbuka lebar. Pihaknya memastikan akan cair tahun ini dengan ketentuan akhir pencairan pada Desember.

 

“Belum cair. Tapi sudah disetujui, sekarang beralih perencanaan di daerah,” ujarnya.

 

Komang menjelaskan, perencanaan lelang dan kebutuhan lain telah disiapkan, tupoksinya berada di dinas pekerjaan umum dan peanataan ruang (PUPR). Tentunya, pencairan juga mengacu pada proses lelang. “Pencairan nanti melihat hasil lelanggnya seperti apa, mungkin lebih baik pembayaran sekaligus,” jelasnya.

Baca Juga :  Menunggu Konfirmasi Citilink

 

Bupati Arief Rohman menjelaskan, pinjaman daerah sudah mendapat lampu hijau, perjanjian kerja sama sudah disepakati dengan penandatangan nota. Pinjaman itu merupakan jenis kredit pemerintah daerah, dengan maksimal Rp 150 miliar.

 

Bupati menjelaskan, anggaran pembangunan infrastruktur jalan yang setiap tahunnya hanya Rp 150 miliar, tahun ini menjadi Rp 280 miliar lebih. Pihaknya memastikan, lebih banyak lagi jalan rusak  bisa tuntaskan dalam periode kepemimpinannya.

 

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Slamet Pamuji menjelaskan, dana pinjaman dari bank tersebut tidak masuk dalam postur anggaran dana alokasi khusus (DAK) ataupun dana alokasi umum (DAU). “Masuk tersendiri dana pinjaman daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Harus Bisa Tampung UMKM Blora

 

Sementara itu, mewakili Bank Jateng, Ony mengaku optimistis pinjaman nantinya akan berlangsung lancar. Sekaligus dapat bermanfaat pembangunan di Blora. “Diharapkan kredit ini bisa memberikan manfaat mendukung pembangunan di Kabupaten Blora dan juga infrastruktur,” harapnya.

 

Terpisah, Ketua DPRD Blora Dasum menjelaskan, proses peminjaman sudah melalui proses dengan DPRD dan disetujui untuk melakukan pinjaman. Ia berpesan agar pembangunan infrastruktur di Blora segera dilaksanakan. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

 

“Saya mengharapkan tim pelaksana pembangunan di Blora segera membangun jalan, karena masyarakat sudah menanti hasilnya,” tuturnya.

 

Politikus PDIP tersebut mengungkapkan, dengan dimulainya pinjaman tersebut, pembangunan infrastruktur akan lebih banyak lagi. Sebab menjadi salah satu fokus program kepemimpinan bupati dan wakilnya saat ini. (luk/rij)

Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/