Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru Dibangun, Plafon Pasar Sidomakmur, Blora Ambrol

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
MEMPRIHATINKAN: Sejumlah titik plafon di UPT BBI Karanggeneng mengalami kerusakan. (AHMAD ASIP ALAFI/RDR.LMG)
MEMPRIHATINKAN: Sejumlah titik plafon di UPT BBI Karanggeneng mengalami kerusakan. (AHMAD ASIP ALAFI/RDR.LMG)
CEPU, Radar Bojonegoro – Belum sempat ditempati pedagang, sebagian plafon Pasar Sidomakmur Blok D ambrol, padahal banggunan baru berusia lima bulan memenjak selesai pada akhir tahun lalu.

 

Karena masih dalam masa pemeliharaan, tanggunggjawab bangunan dibebankan rekanan.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop-UKM) Blora Kiswoyo menjelaskan, sebagian plafon bangunan blok D mengalami kerusakan, namun belum mengetahui penyebabnya.

“Kami baru terima laporan, dan kami sudah kirimkan surat kepada rekanan atas kejadian plafon yang ambrol,” jelasnya kemarin (31/5).

 

Kiswoyo mengungkapkan, bangunan masih menjadi tanggungg jawab rekanan, sehingga ketika terjadi kerusakan, pihsak ketiga yang memperbaiki. Agar kejadian tidak terulang, akan meminta perbaikan dilakukan dengan teliti, memastikan pemasangan plafon kuat.

 

Sebab berbahaya jika sudah ditempati dan terjadi hal yang sama. “Apalagi ini fasilitas umum yang nantinya ditempati orang banyak,” paparnya.

 

Terkit penempatan pasar oleh pedagang, pihaknya mengklaim persiapan sudah 90 persen. Nantinya, akan melibatkan pihak lain. Seperti penggelola pasar, sebab pendataan pedagang rawan terjadi perselisihan. “Betul-betul kami cermati pedagang yang berhak menempati, tentunya yang tahu adalah pengelola pasar dan pedagang,” tegasnya.

 

Anggaran pembangunan Blok D pasar Sido Makmur di Kelurahan Mlangsen mencapai Rp 3,8 miliar, selesai dibangun akhir tahun lalu. Namun, hingga saat ini masih belum ditempati pedagang, dari pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, para pedagang masih berjualan di sampingg bangunan baru dan di beberapa bidak sementara di selatan dan barat pasar Blok D. (luk/msu)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

 Jejak Kisah Tragedi Kelaparan di Bojonegoro Tahun 1939: Ibu Rela Tukar Bayi Demi Sepiring Nasi

Jejak Kisah Tragedi Kelaparan di Bojonegoro Tahun 1939: Ibu Rela Tukar Bayi Demi Sepiring Nasi

Tragedi kelaparan Bojonegoro di era kolonial terkuak! Arsip koran Belanda 1939 ungkap kisah pilu seorang ibu yang menukar bayinya demi sepiring nasi gara-gara kebijakan eksploitatif dan ulah Bupati yang korup. Baca selengkapnya di sini.

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Uang belanja ibu rumah tangga harus ditambah. Harga beras di pasaran tembus Rp 15.500 per kilogram (Kg), dari sebelumnya Rp 12.000 per kg.

Penjual Daging Bojonegoro Kulak dari Tuban

Penjual Daging Bojonegoro Kulak dari Tuban

Aktivitas jual beli daging sapi di Pasar Dander ikut terdampak aksi mogok jagal sapi di Bojonegoro. Beberapa ruko penjual daging sapi tampak tutup kemarin (20/8

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer