alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Pekerja Proyek SPAM Tuntut Gaji

BLORA – Pekerja proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) menuntut pembayaran upah, kemarin (28/2). Mereka meminta PT Telaga Gelang Indonesia (TGI) rekanan proyek dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR segera melunasi gaji yang selama tiga bulan belum dibayar.

Para pekerja mendatangi kantor penampungan air di Jalan Blora-Cepu di Kecamatan Jiken. Mereka juga membawa sejumlah poster tulisan. Sutikno salah satu Subkon dari PT TGI mengatakan, selama ini tidak ada penjelasan terkait nasib upah selama tiga bulan ini. Apalagi sudah tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi. Selain itu PT TGI juga sudah tidak bisa diajak komunikasi.

Termasuk pihaknya sempat mengundang PT TGI, tapi tidak pernah datang. ‘’PT TGI tidak ada penjelasan sama sekali. Kantornya juga sudah tidak ada, begitu juga dengan orangnya,” katanya. Total pekerja yang belum dibayar sekitar 25 orang.

Baca Juga :  Imigran Tuban Terbanyak Jadi ABK

Beberapa di antaranya subkon penyedia tanah, pasir, batu, penyambung pipa, bangunan, kantor, pengawas, mandor, dan pelaksana serta penjaga. Menurut dia, total tunggakan upah bersama teman-temannya yang belum dibayarkan mencapai Rp 3 miliar.

Nilainya berbeda-beda dari setiap subkon. Ada yang Rp 400 juta, Rp 600 juta, hingga Rp 1,2 miliar. Darsono penjaga bangunan lainnya mengaku bingung akan nasib upahnya. Sebab kantor PT TGI sudah habis masa kontraknya.

Orangnya juga tidak pernah ke lokasi pekerjaan. Saat ini dia hanya bisa menunggu. “Para subkon sempat dua kali ketemu bupati. Namun belum ada perhatian serius,” ujarnya.

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora Yan Riya Pramono mengatakan, aksi dilakukan para pekerja kemarin tidak ada kaitannya dengan instansinya. Selain itu proyek masih dalam proses pekerjaan dan belum ada serah terima. ‘’Kami hanya membantu secara teknis saja,” singkatnya. 

Baca Juga :  Kenaikan UMK Tidak Memberatkan Pengusaha

BLORA – Pekerja proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) menuntut pembayaran upah, kemarin (28/2). Mereka meminta PT Telaga Gelang Indonesia (TGI) rekanan proyek dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR segera melunasi gaji yang selama tiga bulan belum dibayar.

Para pekerja mendatangi kantor penampungan air di Jalan Blora-Cepu di Kecamatan Jiken. Mereka juga membawa sejumlah poster tulisan. Sutikno salah satu Subkon dari PT TGI mengatakan, selama ini tidak ada penjelasan terkait nasib upah selama tiga bulan ini. Apalagi sudah tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi. Selain itu PT TGI juga sudah tidak bisa diajak komunikasi.

Termasuk pihaknya sempat mengundang PT TGI, tapi tidak pernah datang. ‘’PT TGI tidak ada penjelasan sama sekali. Kantornya juga sudah tidak ada, begitu juga dengan orangnya,” katanya. Total pekerja yang belum dibayar sekitar 25 orang.

Baca Juga :  Kenaikan UMK Tidak Memberatkan Pengusaha

Beberapa di antaranya subkon penyedia tanah, pasir, batu, penyambung pipa, bangunan, kantor, pengawas, mandor, dan pelaksana serta penjaga. Menurut dia, total tunggakan upah bersama teman-temannya yang belum dibayarkan mencapai Rp 3 miliar.

Nilainya berbeda-beda dari setiap subkon. Ada yang Rp 400 juta, Rp 600 juta, hingga Rp 1,2 miliar. Darsono penjaga bangunan lainnya mengaku bingung akan nasib upahnya. Sebab kantor PT TGI sudah habis masa kontraknya.

Orangnya juga tidak pernah ke lokasi pekerjaan. Saat ini dia hanya bisa menunggu. “Para subkon sempat dua kali ketemu bupati. Namun belum ada perhatian serius,” ujarnya.

Direktur PDAM Tirta Amerta Blora Yan Riya Pramono mengatakan, aksi dilakukan para pekerja kemarin tidak ada kaitannya dengan instansinya. Selain itu proyek masih dalam proses pekerjaan dan belum ada serah terima. ‘’Kami hanya membantu secara teknis saja,” singkatnya. 

Baca Juga :  Imigran Tuban Terbanyak Jadi ABK

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/