alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Diterjang Banjir, Jembatan Ambrol

BLORA – Jembatan di Dusun Sendang, Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora, ambrol diterjang banjir. Hingga rabu(28/2), warga harus memutar arah ketika hendak melintasi jembatan penghubung sejak kejadian Selasa kemarin(27/2).

Sri Lestari warga setempat mengatakan, jembatan ambrol terjadi pukul 13.00 ketika air sungai meluap. Kerusakan jembatan ini sejak awal 2017 lalu. Warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu.

Lima bulan selanjutnya atau pertengahan 2017, warga memperbaiki jembatan dengan disanggah besi dipautkan antar-fondasi. Namun, derasnya arus, akhirnya jembatan ini kembali terputus setelah ambrol. “Kalau sekarang harus memutar cukup jauh, sekitar 300 meter melewati jalan utama Blora-Rembang,” imbuhnya.

Kepala Desa Sendangharjo Ali Rohmat mengatakan, sebenarnya jembatan di Dusun Sendang ini sudah berumur tua. Dibangun antara 1989 sampai 1990-an. Meski begitu, Ali mengklaim saat kali pertama jembatan rusak, sudah mengajukan ke dinas pekerjaan umum (DPU). Namun, perbaikan tak terealisasi karena tidak mendapat jatah anggaran.

Baca Juga :  Sentuhan Baru Barongan

Pernah meminta dana aspirasi, namun juga tak kunjung turun. Hingga akhirnya warga gotong-royong membuat jembatan darurat. Tapi, Ali mengatakan, tahun ini jembatan akan dilakukan perbaikan dengan anggaran dana desa tahap pertama. “Ini saya anggarkan Rp 150 juta untuk membangun jembatannya,” ujarnya.

BLORA – Jembatan di Dusun Sendang, Desa Sendangharjo, Kecamatan Blora, ambrol diterjang banjir. Hingga rabu(28/2), warga harus memutar arah ketika hendak melintasi jembatan penghubung sejak kejadian Selasa kemarin(27/2).

Sri Lestari warga setempat mengatakan, jembatan ambrol terjadi pukul 13.00 ketika air sungai meluap. Kerusakan jembatan ini sejak awal 2017 lalu. Warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu.

Lima bulan selanjutnya atau pertengahan 2017, warga memperbaiki jembatan dengan disanggah besi dipautkan antar-fondasi. Namun, derasnya arus, akhirnya jembatan ini kembali terputus setelah ambrol. “Kalau sekarang harus memutar cukup jauh, sekitar 300 meter melewati jalan utama Blora-Rembang,” imbuhnya.

Kepala Desa Sendangharjo Ali Rohmat mengatakan, sebenarnya jembatan di Dusun Sendang ini sudah berumur tua. Dibangun antara 1989 sampai 1990-an. Meski begitu, Ali mengklaim saat kali pertama jembatan rusak, sudah mengajukan ke dinas pekerjaan umum (DPU). Namun, perbaikan tak terealisasi karena tidak mendapat jatah anggaran.

Baca Juga :  Bekas Galian Pipa Dikeluhkan

Pernah meminta dana aspirasi, namun juga tak kunjung turun. Hingga akhirnya warga gotong-royong membuat jembatan darurat. Tapi, Ali mengatakan, tahun ini jembatan akan dilakukan perbaikan dengan anggaran dana desa tahap pertama. “Ini saya anggarkan Rp 150 juta untuk membangun jembatannya,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/