BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Maraknya longsor sekitar aliran sungai membuat khawatir warga setempat. Diperlukan upaya dan percepatan pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
Pemkab tahun ini bekal membangun TPT di 86 titik, total anggarannya sekitar Rp 91 miliar.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Tanah (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) SDA Iwan Kristian mengatakan, pembangunan perkuat tebing disesuaikan kondisi sekitar. Ada skala prioritas dalam realisasinya.
Berdasar data PU SDA, pada 2024 direncanakan pembangunan perkuat tebing sebanyak 86 paket. Anggarannya mencapai Rp 91 miliar. Bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). ‘’Proses pembangunan tebing menyesuaikan dengan kondisi longsoran. Misalnya mengganggu permukiman,” jelas Iwan sapaan akrabnya.
Dia melanjutkan, selain permukiman juga dipertimbangkan kondisi sekitar seperti sawah dan tegalan. Tujuannya agar kerusakan tidak merambah dan merugikan masyarakat.
Untuk anggaran per paket, lanjut dia, menyesuaikan kondisi tebing dan sungai. Baik panjang dan lebar. Konstruksi yang digunakan di antaranya bronjong, pancang, atau beton.
Misal menggunakan bronjong dengan panjang pembangunan 20 meter dan tinggi sekirtar 2-3 meter rerata anggaran Rp 200 juta per paket. ‘’Untuk bahan digunakan di setiap konstruksi berbeda. Jika, bronjong harus batu andesit. Bila ditemui rekanan atau kontraktor tidak menggunakan itu maka, akan ditegur dan langsung minta diganti,” tandasnya.
Lulusan Arsitek Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) tersebut menambahkan, sering kali menegur rekanan mokong atau melanggar ketentuan. Namun, tidak sampai di realisasi pengerjaan. Hanya, ketika pengadaan bahan konstruksi. Dia menuturkan, untuk tahun ini lelang belum dilakukan di bidangnya. Rencana dilaksanakan paska lebaran. ‘’Karena waktu kemungkinan tender dilakukan setelah lebaran,” pungkasnya. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana