BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Jalur mudik di Jalan Nasional Bojonegoro semakin padat sejak arus mudik Lebaran 2024. Hal itu salah satu imbas macetnya jalur utama di pantai utara (pantura) penghubung Kota Semarang, Jawa Tengah.
Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro memetakan jalur alternatif kecil di antara jalur utama untuk mengurai kepadatan kendaraan.
‘’Saat ruas Jalan Nasional dari Baureno sampai Ngraho terjadi kemacetan, kita buatkan jalur alternatif khususnya untuk kendaraan kecil dan pribadi,’’ ungkap Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Muhamad Aris Hidayatullah.
Menurutnya, adanya jalur-jalur alternatif kecil itu untuk mengurai kemacetan di Jalan Nasional turut Kabupaten Bojonegoro dan telah dipasang petunjuk arah untuk mengindari pumpukan arus. ‘’Antisipasi itu setelah melihat kondisi di Kabupaten Demak dan Semarang yang macet akibat terkena dampak banjir,’’ ungkap Aris, sapaannya.
Selain itu, Bojonegoro telah menjadi jalur alternatif pada mudik tahun lalu, untuk menghindari kepadatan lalu lintas mudik Lebaran baik dari jalur pantai utara maupun jalur pantai selatan. Terdapat dua titik persimpangan besar di Bojonegoro, yakni di Kecamatan Padangan dan Kecamatan Baureno.
Persimpangan Padangan menghubungkan kabupatendi jalur selatan, yakni Kabupaten Ngawi, seperti ke Kabupaten Madiun, Nganjuk, Jombang hingga ke Kota Surabaya. Atau ke arah barat menghubungkan Kabupaten Sragen hingga Solo. Termasuk ke Kabupaten Blora dan Rembang.
Sementara, titik jalur tengah di Kecamatan Baureno, berada di persimpangan Kecamatan Babat. Jalur ini menghubungkan Tuban, atau ke timur menuju Surabaya. Ke selatan masuk Kabupaten Jombang menghubungkan beberapa kabupaten di jalur selatan. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana