Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Embung Sonorejo Kering Kerontang

Muhammad Suaeb • Kamis, 7 September 2023 | 02:35 WIB
RETAK-RETAK: Tanah di dasar Embung Sonorejo kondisinya retak-retak. Hal serupa juga terjadi di sejumlah embung lain. (Wahyu Dhani Alfiansyah/RDR.BJN)
RETAK-RETAK: Tanah di dasar Embung Sonorejo kondisinya retak-retak. Hal serupa juga terjadi di sejumlah embung lain. (Wahyu Dhani Alfiansyah/RDR.BJN)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Musim kemarau tahun ini membuat sejumlah waduk atau embung mengalami kondisi kering. Salah satunya embung Sonorejo di Kecamatan Padangan, Selasa (5/9) kering kerontang dan tak tersisa air. Bahkan kedalaman waduk terus terjadi pendangkalan dari tahun ke tahun.

Selain itu, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau warga untuk berhemat air, karena kondisi kering diprediksi akan terus berlangsung hingga Desember.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, waduk seluas 8 hektare di Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan tersebut kering kerontang dan tidak menyisakan air.

Sementara di sisi timur terdapat tiga embung lain bernama embung Ngradin, dan hanya menyisakan satu embung yang terisi dari tiga embung yang ada.

Kepala Desa (Kades) Sonorejo Sundoko mengatakan, hingga Selasa (5/9) air di embung Sonorejo telah habis sama sekali. Meski saat awal musim kemarau masih tersisa, namun sudah dimanfaatkan petani yang mengandalkan persediaan air dari waduk untuk bercocok tanam. ‘’Airnya habis sama sekali,” tegasnya.

Dia menambahkan, kondisi kedalaman embung saat ini terus mengalami pendangkalan dari tahun ke tahun. Sebelumnya waduk di kawasan persawahan itu mempunyai kedalaman sekitar 10 meter, namun berkurang menjadi 7 meter sampai 5 meter. ‘’Semakin dangkal karena sudah lama tidak ada pengerukan,” ungkapnya.

Peneliti Klimatologi BRIN Erma Yulihastin mengatakan, musim hujan tahun ini akan datang lebih lama, karena El Nino yang semakin menguat dengan adanya idian ocean dipole (IOD) menuju positip. ‘’Kondisi minim awan akan terus bertahan hingga akhir tahun,” ungkapnya saat dihubungi melalui pesan Whatsapp.

Dia menjelaskan, potensi awal musim hujan di Jawa termasuk di Kabupaten Bojonegoro, baru terbentuk pada Desember. Untuk itu, dirinya menekankan kepada masyarakat agar menghemat persediaan air yang ada. ‘’Berhematlah air, musim hujan masih lama,” pungkasnya. (dan/msu)

Editor : M. Yusuf Purwanto
#BRIN #kering #Pendangkalan #el nino #embung #Kemarau #Air