BLORA, Radar Bojonegoro – Warga Randublatung bakal memiliki rumah sakit umum daerah (RSUD). Pemkab sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk pembangunannya. Rumah sakit tipe D itu bakal dibangun di lahan yang kini berdiri Puskesmas Randublatung.
Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat mengungkapkan, pembangunan fisik RSUD Randublatung mulai dikerjakan tahun ini. Jumlah anggran yang dikucurkan sebanyak Rp 10 miliar. Ditargetkan selesai pada akhir tahun.
‘’Pada awal tahun depan RSUD sudah bisa beroperasi melayani pasien," terangnya Minggu (25/6).
Edy menjelaskan, ada tiga fokus pembangunan RSUD Randublatung tahun ini. Yakni bangunan ruangan bangsal (perawatan) untuk menampung pasien rawat inap. Kemudian bangunan ruang bedah bagi pasien. Selanjutnya, ruangan bersalin bagi ibu yang akan melahirkan.
‘’Sesuai dengan rencana kami pembangunan RSUD ini tipe D," terangnya.
Ia mengatakan, peralatan penunjang dipersiapkan tahun lalu. Pihaknya saat ini tengah mempersiapakan sumber daya manusia (SDM) untuk mengisi rumah sakit. Rencana bakal diambilkan dari RSUD Cepu dan RSUD Blora.
‘’Sementara kan tidak boleh merekrut. Jadi, untuk pelayanan kami ambilkan dari dua RSUD yang telah ada," jelasnya.
Edy mengatakan, sebelum pembangunan RSUD Randublatung, puskesmas sebelumnya juga sudah digunakan untuk rawat inap. Namun, karena kebutuhan akses kesehatan, serta populasi penduduk di Randublatung dan Kecamatan Jati cukup tinggi, maka puskesmas dirubah menjadi RSUD. Sehingga, bisa menfasilitasi kesehatan warga di wilayah selatan.
‘’Sebaik mungkin kami sedikan fasilitas kesehatan untuk blora di bagian selatan, karena jumlah penduduknya juga tinggi,’’ tambahnya. (luk/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto