Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puluhan Bangunan Liar di Pasar Sidomakmur Diserahkan ke Pemkab Blora

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
DIHIBAHKAN: Beberapa bangunan liar yang berdiri di pasar Sidomakmur mulai ditutup. Akhirnya, kepemilikan bangunan tersebut dihibahkan ke pemkab setempat. (RAHUL OSCARRA/RDR.BJN)
DIHIBAHKAN: Beberapa bangunan liar yang berdiri di pasar Sidomakmur mulai ditutup. Akhirnya, kepemilikan bangunan tersebut dihibahkan ke pemkab setempat. (RAHUL OSCARRA/RDR.BJN)

 


Advertisement

BLORA, Radar Bojonegoro - Hendak ditertibkan, bangunan liar di Pasar Sidomakmur justru dihibahkan ke pemerintah daerah. Bangunan-bangunan itu sempat dikeluhkan pedagang lantaran dianggap berdiri tanpa izin dan membuat pedagang di pasar tersebut menjadi sepi.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo menyebut benar ada keluhan dari pedagang pasar tersebut terkait adanya bangunan liar. Dari keluhan itulah akhirnya ada upaya penertiban.

Menurutnya, bangunan tersebut diketahui berdiri di atas tanah milik pemerintahan setempat. Karena itu, pihaknya mencoba menertibkan. Setidaknya, ada 21 bangunan liar berdiri di pasar utama masyarakat kota tersebut.

Advertisement

‘’Kami kemudian hendak menertibkan. Sebab, bangunannya berdiri di atas tanah milik pemerintah daerah. Awalnya, kami kasih pilihan. Dibongkar atau seperti apa? Pemilik malah memilih menyerahkan ke pemerintah dengan skema perjanjian MoU antara pedagang dengan pemerintah melalui BPPKAD,” jelasnya.

Pihaknya menyatakan, juga tak tahu asal muasal kenapa bangunan liar bisa berdiri di atas wilayah pasar yang merupakan tanah milik pemerintah daerah. Siapa yang memberikan izin dan siapa yang membangun itu belum jelas. ‘’Intinya, kenapa bangunan itu diizinkan waktu itu yang masih jadi pertanyaan bagi kami,” terangnya.

Diketahui, beberapa pedagang sebelumnya mengeluh karena ada puluhan bangunan liar di kompleks pasar. Seorang pedagang berinisial B menyebut dampak adanya puluhan bangunan liar itu menganggu para pedagang tetap di Pasar Sidomakmur.

Advertisement

‘’Kami gak tahu mengapa mereka berani bikin bangunan permanen begitu. Kalau seperti itu dibiarkan, pedagang seperti kami ini yang rugi. Mereka yang ilegal malah ramai, kami yang jelas bayar retribusi malah sepi,” imbuh pria yang tak ingin disebut nama terangnya itu , Sabtu (11/11). (hul/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tertinggi di Kecamatan Bojonegoro Kota

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tertinggi di Kecamatan Bojonegoro Kota

Angka kekerasan terhadap anak menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mencari bantuan dan melapor.

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

Krisis air bersih tahun ini lebih parah, kemarau berkepanjangan hingga menyebabkan ratusan warga desa kesulitan air. Bahkan, sebanyak 81 desa belum mendapat intervensi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti sumur bor.

Merawat Sejarah Bojonegoro, Mengenang Jasa Leluhur

Merawat Sejarah Bojonegoro, Mengenang Jasa Leluhur

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Pemkab menggelar ziarah di tiga makam leluhur, Jumat (16/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer