Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masjid Samin Margomulyo Masih Jadi Jujukan Pelintas

M
Penulis: M. Nurkhozim❯
BERKUNJUNG : Sejumlah warga berkunjung ke Masjid Samin Baitul Mutaqin. (IST/RADAR BOJONEGORO)
BERKUNJUNG : Sejumlah warga berkunjung ke Masjid Samin Baitul Mutaqin. (IST/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masjid Samin Baitul Mutaqin di Kecamatan Margomulyo masih menjadi jujukan warga untuk singgah saat melakukan perjalanan. Meski tak seramai ketika pertama kali dibuka pada 2025, masjid tersebut masih cukup ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.

Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono mengatakan, kunjungan ke masjid tersebut masih berlangsung secara rutin. Bahkan, pada akhir pekan, setidaknya ada dua hingga tiga bus yang singgah.

"Biasanya kalau weekend, paling tidak ada dua atau tiga bus yang singgah di situ," ungkapnya.

Advertisement

Masjid tersebut sempat menarik perhatian publik saat pertama kali dibuka pada 2025 dengan nama Masjid An-Nahdla. Kala itu, banyak masyarakat penasaran dengan keberadaan masjid tersebut sehingga berbondong-bondong datang untuk melihatnya.

Pengunjung tak hanya berasal dari Bojonegoro, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kota. Ramainya kunjungan turut membawa dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang membuka lapak di sekitar masjid untuk melayani pengunjung.

Advertisement

"Pedagang banyak yang membuka lapak di sekitar masjid," jelas Joko.

Namun, tingginya antusiasme masyarakat pada awal pembukaan tak berlangsung lama. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung berangsur menurun. Aktivitas perdagangan di sekitar masjid pun ikut terdampak. Kini, hanya beberapa pedagang yang masih bertahan membuka lapak.

Pada awal 2026, nama Masjid An-Nahdla diubah menjadi Masjid Samin Baitul Mutaqin. Penggantian nama tersebut bertujuan memperkuat identitas lokal dan kedekatan masjid dengan masyarakat Samin di Margomulyo.

Joko menjelaskan, pengelolaan masjid tersebut kini berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Termasuk anggaran pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.

"Kalau dulu kami juga ikut mengelolanya. Saat ini sudah Dinas Pariwisata," pungkasnya. (zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ganti Untung TKD Kalangan untuk PSN Bendungan Karangnongko Dikembalikan

Ganti Untung TKD Kalangan untuk PSN Bendungan Karangnongko Dikembalikan

Pembebasan lahan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Karangnongko belum sepenuhnya rampung.

Baru Kantongi Tanda Daftar, Empat Tanaman Belum Dapat Pelepasan Varietas

Baru Kantongi Tanda Daftar, Empat Tanaman Belum Dapat Pelepasan Varietas

Dua varietas uwi asal Kecamatan Margomulyo Bojonegoro, yakni uwi ungkal (ungu) dan uwi bahana (putih), telah mendapatkan pelepasan varietas. Sementara itu, ada empat tanaman lokal lainnya baru mengantongi tanda daftar.

Warga Samin Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter: Dijahit Tiga Hari Bersama Keluarga

Warga Samin Kirab Bendera Merah Putih 81 Meter: Dijahit Tiga Hari Bersama Keluarga

Dari wilayah ujung barat Bojonegoro, Tokoh Kelima Komunitas Masyarakat Samin menjahit bendera sepanjang 81 meter, sesuai usia Republik Indonesia (RI). 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer