
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Masjid Samin Baitul Mutaqin di Kecamatan Margomulyo masih menjadi jujukan warga untuk singgah saat melakukan perjalanan. Meski tak seramai ketika pertama kali dibuka pada 2025, masjid tersebut masih cukup ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.
Camat Margomulyo Joko Tri Cahyono mengatakan, kunjungan ke masjid tersebut masih berlangsung secara rutin. Bahkan, pada akhir pekan, setidaknya ada dua hingga tiga bus yang singgah.
"Biasanya kalau weekend, paling tidak ada dua atau tiga bus yang singgah di situ," ungkapnya.
Masjid tersebut sempat menarik perhatian publik saat pertama kali dibuka pada 2025 dengan nama Masjid An-Nahdla. Kala itu, banyak masyarakat penasaran dengan keberadaan masjid tersebut sehingga berbondong-bondong datang untuk melihatnya.
Pengunjung tak hanya berasal dari Bojonegoro, tetapi juga dari berbagai daerah di luar kota. Ramainya kunjungan turut membawa dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Sejumlah pedagang membuka lapak di sekitar masjid untuk melayani pengunjung.
"Pedagang banyak yang membuka lapak di sekitar masjid," jelas Joko.
Namun, tingginya antusiasme masyarakat pada awal pembukaan tak berlangsung lama. Seiring berjalannya waktu, jumlah pengunjung berangsur menurun. Aktivitas perdagangan di sekitar masjid pun ikut terdampak. Kini, hanya beberapa pedagang yang masih bertahan membuka lapak.
Pada awal 2026, nama Masjid An-Nahdla diubah menjadi Masjid Samin Baitul Mutaqin. Penggantian nama tersebut bertujuan memperkuat identitas lokal dan kedekatan masjid dengan masyarakat Samin di Margomulyo.
Joko menjelaskan, pengelolaan masjid tersebut kini berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Termasuk anggaran pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut.
"Kalau dulu kami juga ikut mengelolanya. Saat ini sudah Dinas Pariwisata," pungkasnya. (zim)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




