Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Krisis Air Tersebar di 103 Desa, Sehari Dropping Air Bersih di 46 Desa

Y
DROPPING AIR: Warga mengambil air di tandon sementara, BPBD mencatat kekeringan terjadi di 103 desa yang tersebar di 22 kecamatan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)
DROPPING AIR: Warga mengambil air di tandon sementara, BPBD mencatat kekeringan terjadi di 103 desa yang tersebar di 22 kecamatan. (YANA DWI KURNIYA WATI/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masyarakat harus waspada bencana iklim. Tahun ini, kemarau berkepanjangan berdampak signifikan di sejumlah wilayah Bojonegoro. Meski hujan mulai turun, tak lantas persoalan air bersih teratasi.

Buktinya, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) masih melakukan dropping air bersih hingga kemarin (29/10).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan, krisis air bersih dampak kekeringan meluas hingga 103 desa di 22 kecamatan. Bahkan, kemarin penyaluran mencapai 46 desa. "Hari ini (kemarin, red) dropping air di 46 desa," katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Apakah berpotensi bertambah, Heru berharap, semoga tidak dan tetap berprasangka baik. Ia tidak memastikan secara pasti optimisme tidak meluasnya kekurangan air bersih ini karena hujan turun di sejumlah wilayah. "Semoga tidak (bertambah, red). Tetap berprasangka baik dulu," katanya.

Sementara itu, saat disinggung mitigasi bencana alam khususnya banjir bandang yang berpotensi terjadi saat musim hujan, ia mengatakan, mitigasi bersifat fisik dilakukan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti normalisasi embung dan drainase.

Sementara, BPBD melakukan penyuluhan. Untuk pemetaan daerah rawan banjir, terjadi di Kecamatan Gondang dan Sekar. "Mitigasi fisik dari dinas terkait seperti dinas PU SDA (pekerjaan umum sumber daya air) dan dinas cipta karya atau bina marga. Untuk satgas kebencanaan sendiri minggu depan kami bahas dengan asda (asisten daerah) 1 (asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat)," bebernya. (yna/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

Krisis air bersih tahun ini lebih parah, kemarau berkepanjangan hingga menyebabkan ratusan warga desa kesulitan air. Bahkan, sebanyak 81 desa belum mendapat intervensi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti sumur bor.

Langganan Kekeringan di Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo: Kekeringan Terpanjang dalam Sejarah

Langganan Kekeringan di Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo: Kekeringan Terpanjang dalam Sejarah

Warga sekitar wisata religi Masjid Samin Baitul Muttaqin, Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo krisis air bersih. Meski sduah hujan, masih tetap minta kiriman air bersih.

Menuju HJB 349: Perlunya Membangun Kesadaran Ekologis Generasi Muda

Menuju HJB 349: Perlunya Membangun Kesadaran Ekologis Generasi Muda

Kita bor minyak kita olah agar menguap ke udara, kita gali segala makanan dan kemajuan dari usus-usus kerak bumi sambil berdoa minta tambah rezeki Matahari tak pernah tua dan bumi mau ambruk ke mana, pijakan kita adalah kehampaan angkasa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer