Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mayoritas Petani Blora Keluhkan Air Irigasi

Y
Penulis: Yuan Edo Ramadhana❯
Ilustrasi Petani. (IST/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Petani. (IST/RADAR BOJONEGORO)

 


Advertisement

BLORA, Radar Bojonegoro - Sarana irigasi masih belum merata. Kesulitan mendapatkan air dari irigasi masih jadi mayoritas keluhan petani. Selain itu, petani butuh pendampingan pemasaran hasil pertanian.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berjanji akan upayakan irigasi melalui usulan bantuan pemerintah pusat dan pendampingan pemasaran. Sarinah, petani Desa Ketringan, Kecamatan Jiken mengungkapkan, petani di wilayahnya banyak menanam cabai merah.

Namun, kerap kali petani terkendala pengairan di lahan, terutama saat musim kemarau. Selain itu, petani merasa kesulitan memasarkan saat panen raya tiba. ’’Kesulitan di pengairannya, termasuk untuk pemasarannya saat panen,” ujarnya.

Advertisement

Menanggapi hal itu, Bupati Blora Arief Rohman mengaku bakal gerak cepat. Guna mendorong agar para petani bisa berinovasi menjual cabai dalam produk olahan seperti sambal dan produk olahan lain.

Dinas terkait nantinya disiapkan untuk mendampingi petani dalam mengolah dan memasarkan. Termasuk dalam menstabilkan harga cabai. Menurut Bupati, persoalan air menjadi kendala mayoritas yang dihadapi petani Blora. Karena itu, pihaknya meminta dinas terkait memetakan potensi yang ada, Seperti pembuatan embung, sumur bor, dan sebagainya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora Ngaliman mengaku bakal menyiapkan alternatif bagi petani yang kesulitan untuk pemasaran hasil pertanian. Tidak hanya cabai, namun produk hortikultura lainnya.

Advertisement

Salah satu yang sudah dilakukan dinasnya dengan membantu menjual produk petani sawo organik pada setiap event pemkab. ’’Kami bantu untuk penjualan, alhamdulillah kemarin laku banyak 300-an kilogram saat CFD (car free dayi),” katanya.

Ngaliman menjelaskan, terkait bantuan sarana air untuk irigasi pertanian. Tahun ini sudah diupayakan, namun belum bisa menjangkau seluruh wilayah. Sehingga, pemkab mengupayakan lagi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. (luk/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tertinggi di Kecamatan Bojonegoro Kota

Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Tertinggi di Kecamatan Bojonegoro Kota

Angka kekerasan terhadap anak menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mencari bantuan dan melapor.

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

81 Desa di Bojonegoro Kriris Air Bersih Belum Tersentuh Sumur Bor

Krisis air bersih tahun ini lebih parah, kemarau berkepanjangan hingga menyebabkan ratusan warga desa kesulitan air. Bahkan, sebanyak 81 desa belum mendapat intervensi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti sumur bor.

Merawat Sejarah Bojonegoro, Mengenang Jasa Leluhur

Merawat Sejarah Bojonegoro, Mengenang Jasa Leluhur

Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349, Pemkab menggelar ziarah di tiga makam leluhur, Jumat (16/10).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer