Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

30 Kamar Rusunawa Pemkab Blora Belum Berpenghuni

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯
RUSUN: Bangunan rusunawa lima lantai di Kecamatan Cepu tampak menjulang itu masih belum penuhi okupansi, tersisa 30 kamar belum berpenghuni.(LUKMAN HAKIM/RDR.BJN)
RUSUN: Bangunan rusunawa lima lantai di Kecamatan Cepu tampak menjulang itu masih belum penuhi okupansi, tersisa 30 kamar belum berpenghuni.(LUKMAN HAKIM/RDR.BJN)

BLORA, Radar Bojonegoro - Okupansi penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora belum bisa terpenuhi. Dari 99 kamar tersedia, baru terisi 69 penghuni. Jadi, masih ada 30 kamar belum berpenghuni.


Advertisement

Dihitung saat ini, menyumbang Rp 5 juta per bulan kepada kas daerah. Tentu, semakin banyak penghuni berdampak pada pendapatan daerah. Staf Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora bertugas di Rusunawa Cepu Sunarko mengungkapkan, jumlah penghuni rusun lima lantai itu sampai akhir bulan lalu tercatat 69 orang.

‘’Rusunawa terdiri atas 99 kamar dari lantai dasar hingga lantai atas, masih kosong 30 kamar,” ujarnya kemarin (2/10).

Sunarko mengatakan, penghuni dibebani uang sewa berbeda sesuai lantai yang disewa. Uang yang didapat dari pengelolaan rusunawa setiap tahunnya masuk kas daerah. Diperkirakan pendapatan yang disetor ke kas daerah sebesar Rp 5 juta per bulan atau sekitar Rp 60 juta per tahun.

Advertisement

‘’Kami setor pendapatan per bulannya ke kas daerah,” jelasnya.

Pihaknya mengungkapkan, selama rusunawa difungsikan sudah mengalami perbaikan-perbaikan. Pemkab tahun ini menganggarkan perawatan sekitar Rp 50 juta. Menurutnya, jumlah tersebut masih kurang untuk memoles agar rusun tampak indah.

‘’Mungkin anggaran segitu untuk mengecat tembok pagar atap perbaikan atap bocor masih kurang,” terangnya.

Advertisement

Ia mengatakan, penghuni rusunawa tidak boleh warga pendatang dari kabupaten lain. Dalam peraturannya, harus warga ber domisili dan mempunyai KTP Blora. ‘’Memang dikhususkan untuk KTP Blora,” katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Penagihan dan Pengendalian Pendapatan Daerah Badan Pendapatan serta Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Tulus Prasetyono membenarkan, bahwa rusunawa di Kelurahan Tambakromo, Kecamatan Cepu menyumbang uang kepada pemda.

‘’Retribusinya langsung masuk ke kas daerah, lebih rincinya di dinrumkimhub (dinas perumahan, pemukiman dan perhubungan),” tuturnya. (luk/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

29 Pelamar Berebut Jadi Sopir Bus Sekolah Gratis

29 Pelamar Berebut Jadi Sopir Bus Sekolah Gratis

Dua posisi pengemudi bus sekolah yang disiapkan Pemkab Blora mulai diperebutkan pencari kerja. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat 29 orang mengajukan lamaran untuk mengisi lowongan tersebut.

63 Laka Lantas Libatkan Pelajar Kabupaten Blora

63 Laka Lantas Libatkan Pelajar Kabupaten Blora

Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan anak di bawah umur atau pelajar di Kabupaten Blora menunjukkan kondisi yang memprihatinkan.

Dinrumkimhub Blora Bantah Dugaan Pengkondisian Pemenang Tender Pembangunan Sekolah Rakyat.

Dinrumkimhub Blora Bantah Dugaan Pengkondisian Pemenang Tender Pembangunan Sekolah Rakyat.

Pegawai Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan Blora membantah tudingan keterlibatan dalam pengkondisian serta dugaan pemberian uang Rp 300 ribu

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer