Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gus Baha dan Rahasia Nisfu Syaban: Mengapa Kita Tak Perlu Ribut Soal Dalil?

Bhagas Dani Purwoko

SYABAN: Gus Baha kupas tuntas keutamaan Nisfu Syaban.
SYABAN: Gus Baha kupas tuntas keutamaan Nisfu Syaban.


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap kali memasuki pertengahan bulan Syaban, muncul dua kubu yang saling berseberangan: mereka yang semangat beribadah dan mereka yang sibuk menghakimi dengan label bid'ah. Gus Baha melihat fenomena ini dengan sudut pandang yang lebih luas dan "santai" namun tetap berdasar pada literatur fikih yang kuat.

1. Antara Hadis Dhaif dan Keutamaan Beribadah

Gus Baha tidak menampik bahwa banyak hadis mengenai Nisfu Syaban yang dikategorikan dhaif (lemah) atau bahkan ada yang menyebutnya maudhu (palsu). Namun, beliau memberikan catatan penting bagi mereka yang gemar bertanya tentang keshahihan dalil sebelum beribadah.

"Orang zaman sekarang itu musim bodoh. Belum melakukan ibadah sudah bertanya dalilnya shahih atau tidak. Padahal, kalau mau jujur, bodohnya orang beribadah itu masih lebih baik daripada bodohnya orang yang melakukan maksiat," ujar Gus Baha dalam logat Jawanya yang kental.

Advertisement

Beliau menekankan bahwa secara umum, salat adalah ibadah yang baik (khairun maudhu'un). Tidak perlu mencari dalil spesifik yang rumit jika tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah. "Kamu kluyuran di alun-alun saja tidak pakai dalil, kenapa mau salat saja harus ribut soal dalil?" tambah beliau.

2. Logika Bid'ah dalam Kacamata Gus Baha

Gus Baha menjelaskan bahwa istilah bid'ah (hal baru dalam agama) sering kali disalahpahami secara tekstual. Beliau mengajak kita melihat sejarah. Zaman Nabi Muhammad SAW, mengaji tidak menggunakan mikrofon, pulpen, atau kitab cetakan seperti Jalalain. Jika semua yang tidak ada di zaman Nabi dianggap sesat, maka aktivitas keseharian kita pun akan terjerat label tersebut.

Dalam konteks Nisfu Syaban, Gus Baha membagi bid'ah menjadi dua:

  • Bid'ah Dhalalah: Aliran yang benar-benar sesat dan keluar dari ajaran Islam.

  • Bid'ah Hasanah: Tradisi baik yang mendukung agama, seperti sistem madrasah yang baru dimulai era Imam al-Ghazali.

3. Syiar Islam vs Syiar Maksiat

Salah satu pesan paling mendalam dari Gus Baha adalah mengenai pentingnya menjaga syiar. Beliau memberikan perbandingan yang tajam: saat kemaksiatan dan pertunjukan porno berani tampil terang-terangan di depan umum, mengapa umat Islam harus ragu menunjukkan identitas ibadahnya secara terbuka?.

"Istighosah di lapangan, salat berjamaah, itu adalah bagian dari syiar. Jangan sampai kita melarang acara agama hanya karena ada kekurangan teknis (seperti ikhtilath), karena jika dilarang total, maka televisi atau ruang publik kita hanya akan diisi oleh konten maksiat," tegas beliau.

4. Pesan untuk Para Pengambil Kebijakan dan Ulama

Mengutip Syekh Abdul Qadir al-Jailani, Gus Baha menyebutkan bahwa dalam memfatwakan sesuatu, seorang alim harus mempertimbangkan tiga hal:

Advertisement

Baca Juga: Kupatan Sambut Malam Nisfu Sya’ban

  1. Ilmu Ulama: Hukum murni berdasarkan teks.

  2. Siasat al-Muluk: Kebijakan atau teknis kepemimpinan.

  3. Hikmah al-Hukama: Kearifan dalam melihat dampak sosial.

Misalnya, mendekati pejabat bukan berarti kiai "cari muka," melainkan bagian dari siasat agar kebijakan bupati atau gubernur bisa diarahkan untuk kemaslahatan umat, seperti membangun masjid atau madrasah.

Kesimpulan

Malam Nisfu Syaban adalah momentum untuk mengingat Allah. Apakah kita ingin mengisinya dengan salat, zikir, atau doa, kuncinya adalah keikhlasan. Tak perlu terjebak dalam perdebatan dalil yang membuat kita justru berhenti beribadah. Ibadah yang tulus, meskipun dianggap bid'ah oleh sebagian orang, tetaplah sebuah kebaikan daripada diam namun terpapar kemaksiatan. (*)

Advertisement
Editor : Bhagas Dani Purwoko
Sumber : YouTube Sholeh Official
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Banyak Orang Sukses Pernah Diremehkan, Ternyata Ini Rahasianya

Banyak Orang Sukses Pernah Diremehkan, Ternyata Ini Rahasianya

Tidak sedikit orang sukses pernah diremehkan. Mereka dianggap tidak cukup pintar, tidak cukup berbakat, atau tidak memiliki masa depan yang menjanjikan. Namun menariknya, pengalaman diremehkan tidak selalu berakhir denga

7 Rahasia yang Sering Digunakan Desainer Interior, Buat Rumah Senyaman Hotel

7 Rahasia yang Sering Digunakan Desainer Interior, Buat Rumah Senyaman Hotel

Banyak hotel mengandalkan prinsip-prinsip desain yang sebenarnya bisa diterapkan di rumah biasa. Mulai dari pencahayaan, pemilihan warna, hingga cara menata furnitur, semuanya dirancang untuk membuat penghuni merasa rile

Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty: Jadikan Setiap Tugas sebagai Bentuk Ibadah

Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty: Jadikan Setiap Tugas sebagai Bentuk Ibadah

AKBP Yenni turut mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat soliditas internal, menjaga kekompakan antar fungsi, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer