Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Boks
icon featured
Boks
Putri Yulia Permata Sari, Pegulat Berprestasi

Ingin Ikuti Jejak Sang Kakak

AUDINA HUTAMA PUTRI

24 November 2021, 14: 03: 49 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Ingin Ikuti Jejak Sang Kakak

TERINSPIRASI DARI SANG KAKAK: Putri Yulia Permata Sari berfoto menunjukkan medali yang diraihnya dengan bakcground medali milik kakaknya. (Istimewa)

Share this      

Putri Yulia Permata Sari telah mengoleksi tiga medali emas dari kejuaraan tingkat provinsi. Dia bercita – cita menjadi atlet gulat internasional.


SEPULANG sekolah, Putri Yulia Permata Sari hanya memiliki waktu 30 menit untuk beristirahat.
‘’Pukul 07.00 - 13.00 sekolah. Istirahat 30 menit, pukul 13.30 – 14.30 fitnes di gym. Setelah itu tidur siang satu jam. Pukul 15.30 sudah siap-siap latihan lagi di dispora (dinas pemuda dan olahraga) sampai menjelang magrib. Malamnya baru belajar,’’ jelasnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (23/11).
Keputusan Yuli, sapaan akrabnya, menekuni olahraga gulat tidak terlepas dari peran kakaknya, Putra Orga Ardianto dan Dimas Septo Anugraha. Keduanya pegulat berprestasi yang pernah tampil di Asian Games.
Yuli mulai berlatih gulat saat duduk di kelas IV SD. ‘’Sebelumnya lebih suka olahraga renang dan bulu tangkis. Kelas IV ikut latihan gulat pertama kali. Waktu itu latihannya sulit. Karena banyak gerakan senam lantai dan teknik-tekniknya juga sulit dipelajari. Baru pas kelas V mulai lancar senam lantainya,’’ tuturnya.
Setelah dua tahun berlatih, Yuli berkesempatan mengikuti Kejurprov Gulat Kadet Jawa Timur 2019 di Lumajang. Harusnya, pegulat seusianya bertanding di kategori pemula. Namun, berat badan Yuli ternyata setara dengan pegulat-pegulat di kategori kadet.
‘’Saya turun di kelas 55++ kg (kilogram). Lawannya atlet-atlet usia SMA. Jadi sempat deg-degan dan grogi. Pertama kali main langsung dapat musuh yang tinggi-tinggi. Yang penting PD, jangan takut kalah, dan berusaha. Alhamdulillah dapat medali emas,’’ kenang siswi kelas VIII SMP ini.
Di tahun yang sama, Yuli kembali diikutsertakan Kejurprov Gulat Remaja Jawa Timur di Kabupaten Malang. Dia turun di kelas 66 kg. Karena sudah memiliki pengalaman tanding sebelumnya, Yuli bisa menjalani pertandingan dengan tenang. Dia kembali berhasil mendapatkan medali emas.
Meskipun prestasinya tidak diragukan lagi, Yuli tidak bisa tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Jawa Timur 2019. ‘’Usianya masih terlalu kecil. Jadi nggak dipilih ikut Porprov,’’ kenangnya.
Sejak pandemi Covid-19 merebak, pertandingan cabang olahraga  gulat ditiadakan. Hampir dua tahun ini Yuli vakum bertanding. Namun Pengcab Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Lamongan tetap menyelenggarakan latihan intensif.
Baru bulan ini (13/11) Yuli mengikuti Kejurprov Gulat Remaja Jatim 2021 di Kabupaten Malang. Dia turun di kelas 68++ kg.
Bulan depan, atlet 13 tahun ini akan kembali berkompetisi dalam prakualifikasi Porprov Gulat Kadet dan Junior VII Jatim 2021 di Tuban. Yuli turun di kelas 75 kg. Meskipun akan menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, dia optimistis bisa memenangkan pertandingan di kelas tersebut dan memperoleh tiket tampil di Porprov VII 2022.
‘’Bismillah mudah-mudahan dapat emas lagi. Persiapannya memang harus lebih ekstra lagi, latihan pernapasan dan program fitnesnya ditambah,’’ ujar putri pasangan almarhum Suwarno dan Sumarmi.
Yuli meneguhkan cita-citanya menjadi atlet gulat internasional. Dia meneladani dan mengidolakan sang kakak yang sukses menjadi atlet hingga saat ini. Yuli tidak keberatan masa remajanya banyak dihabiskan untuk latihan. Secara akademis, dia juga tidak pernah ketinggalan pelajaran-pelajaran di sekolahnya.
‘’Ke depan memang ingin konsisten di olahraga gulat sampai jadi atlet internasional,’’ ujarnya sambil memandangi medali-medali milik sang kakak.

Baca juga: Pembuatan Butuh 2-5 Hari, Tergantung Ukuran dan Tingkat Kesulitannya

(bj/din/yan/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia