Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Boks
icon featured
Boks
Melihat Bekas Sirkuit Kaliketek di Banjarsari

Era 1980 Penontonnya Membeludak, Jadi Sirkuit Nasional

M. NURKOZIM

24 November 2021, 13: 58: 42 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Era 1980 Penontonnya Membeludak, Jadi Sirkuit Nasional

BEKAS SIRKUIT: Lahan bekas galian tambang ini dulu sebagai Sirkuit Kalikethek. Sirkuit di Desa Banjarsari ini kelas nasional. (M. NURCHOLISH/RDR.BJN)

Share this      

Indonesia kini memiliki Sirkuit Mandalika di Lombok yang populer. Namun, Bojonegoro pernah memiliki sirkuit balap trail kelas nasional, yakni Sirkuit Kaliketek. Era 1980-an, sejumlah pembalap nasional kerap berlaga di sirkuit di dataran tinggi dan tepi Bengawan Solo.


HUJAN baru saja reda. Rumput dan pohon-pohon basah kuyub. Genangan air di mana-mana. Hal itu sedikit menyulitkan untuk menuju bekas Sirkuit Kaliketek. Maklum, sirkuit balap di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, itu sudah dua puluh tahun tidak digunakan.
Lokasi sirkuit itu cukup dekat dengan Jembatan Kaliketek. Hanya 5 menit naik motor sudah sampai lokasi. Sayangnya, Jawa Pos Radar Bojonegoro ini tidak bisa menyusuri terlalu jauh sirkuit itu. Hujan deras membuat kawasan itu tidak bisa dilalui kendaraan.
Sirkuit itu masuk wilayah Desa Banjarsari. Sekilas kawasan itu tampak seperti bekas tambang galian. Itu terlihat dengan adanya bekas bukit yang dikeruk. Namun, bukit itu sudah ditumbuhi rumput dan pepohonan. ‘’Ini sudah lama tidak digunakan. Sudah puluhan tahun,’’ ungkap salah satu warga ditemui di lokasi.
Zaenal warga Kecamatan Kota masih teringat betul aksi-aksi adrenalin pebalap bertanding di Sirkuit Kalikethek pada 1980-an. Dulu waktu masih SD diajak ayahnya melihat motorcross. ‘’Dulu yang populer itu pebalap bernama Johny Pranata saat bertanding di Sirkuit Kalikethek. Penonton membeludak sekali. Johny cukup ternama,’’ ujarnya.
Johny Pranata bisa disebut sebagai legenda terbesar motocross Indonesia. Johny merupakan ikon yang memopulerkan olahraga motorcross hingga ke pelosok negeri. Persisnya era 1980-1990.
Sirkuit itu dulu berskala nasional. Para pembalap trail nasional tahun 1980-an sering melakukan balap di sirkuit itu. Hal itu membuar Sirkuit Kaliketek sempat tenar. Tidak hanya di Bojonegoro, namun juga di kancah nasional. ‘’Itu tahun 1980-an sampai akhir 1990-an,’’ ujar Kabid Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Saifuddin.
Era 1980-an adalah jaya-jayanya sirkut balap trail Kaliketek. Dalam setahun ini bisa berkali-kali dilakukan event balap di sirkuit tak jauh dari Bengawan Solo tersebut. Pada 1990-an sirkuit itu masih tetap ramai. Namun, memasuki 2000-an mulai sepi. ‘’Setelah itu justru tidak digunakan sama sekali,’’ ujarnya.
Terakhi sirkuit itu tidak hanya digunakan balapan motor trail. Namun, juga digunakan balapan jeep off road. Setelah itu, tidak pernah digunakan lagi.
Hingga kini belum ada kejelasan mengenai status lahan itu. Pemkab Bojonegoro juga belum tahu kawasan itu milik pemkab atau milik pemerintah desa. Selama ini belum ada yang menelusuri. ‘’Sebenarnya kami ingin menghidupkannya. Hanya belum sampai ada pembahasan,’’ ujarnya.
Banyak pihak yang menyayangkan tidak lagi beroperasinya sirkuit itu. Padahal, sirkuit itu pernah mencapai masa jaya sampai kancah nasional.
Kepala Desa (Kades) Banjarsari Fatkhul Huda mengatakan, Sirkuit Kaliketek dulu memang kelas nasional. Namun, sejak 2000-an sirkuit pindah ke dekat lahan tempat penampungan akhir (TPA). Itu adalah sirkuit yang berlokasi di lahan pribadi.  ‘’Saat ini ada di dekat TPA itu,’’ jelasnya.
Lahan Sirkuit Kaliketek terdiri dari beberapa kepemilikan. Mulai milik desa, warga, hingga milik pemkab. Sebab, areal sirkuit itu cukup luas. ‘’Kalau luasnya saya tidak hafal. Hanya itu tidak hanya milik satu pihak. Ada tanah pemkab, desa, dan tanah warga,’’ jelasnya.
Sirkuit itu, lanjutnya, dulunya adalah lahan tidak terpakai. Lama-lama digunakan sebagai arena balapan trail. Kemudian berkembang menjadi sirkuit nasional. ‘’Saat ini sudah tidak digunakan. Tugu trailnya masih ada sampai sekarang,’’ jelasnya.
Bagi masyarakat Bojonegoro, dulu Sirkuit Kalikethek begitu tenar dan membanggakan. Mungkin setenar Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat usai digelar helatan World Superbike (WSBK). Ada warga berceletuk Sirkuit Kalikethek disebut sirkuit “Mandalisari", yakni pelesetan dari Mandalika dan Banjarsari.

Baca juga: Kesulitannya, Butuh Penelitian, tak Bisa Bertemu Dosen

(bj/zim/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia