alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Suyono, Satu-satunya CJH Bojonegoro Pakai Kursi Roda

Mantan Muridnya SD yang Rela Bantu Mendorong

Suyono tampak semangat menjalani manasik haji meski memakai kursi roda. Satu-satunya calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro, yang memakai alat bantu dorong. Beruntung ada mantan siswanya bantu mendorongnya.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

 

Suyono, Satu-satunya CJH Bojonegoro Pakai Kursi Roda

TERIK matahari seakan memudar dengan semangat para calon jemaah haji (CJH) yang menjalani manasik kemarin (3/5). Sebanyak 730 CJH bersemangat menjalani tahapan manasik dengan seksama.

 

Memakai baju ihram para CJH tawaf mengelilingi replika Kakbah yang didirikan di halaman Gedung Serbaguna Jalan KH Mansyur, itu. Begitu pun menjalani latihan sai hingga melempar jumrah.

 

Jemaah penuh semangat. Wajah-wajah jemaah yang renta tidak terlihat. Ibadah haji tahun ini benar-benar spesial. Karena kuota haji terbatas dan Pemerintah Arab Saudi menerapkan peraturan ketat bagi seluruh CJH. Di antaranya setiap CJH usianya wajib 65 tahun ke bawah, tes PCR, dan vaksinasi Covid-19 lengkap.

 

Meski tak ada wajah-wajah renta, namun terlihat satu CJH yang menaiki kursi roda. Suyono, jemaah berusia 63 tahun asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem. Selama proses bimbingan manasik haji, kakek duduk di saf kedua dari depan terlihat antusias mendengarkan materi disampaikan pihak Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro.

Baca Juga :  Pengesahan P-APBD Terganjal AKD

 

Begitu pun saat jalani praktik ibadah haji di lapangan Gedung Serbaguna juga penuh semangat. Ketika kegiatan bimbingan manasik haji selesai, Jawa Pos Radar Bojonegoro menghampiri pria paro baya tersebut.

 

Kursi roda Suyono didorong seorang pria berkacamata. Ternyata pria itu merupakan anak didiknya di SDN Kedungrejo, Kedungadem. “Iya kebetulan daftarnya bareng, jadi berangkatnya bareng. Alhamdulillah bisa ibadah haji bareng-bareng mantan murid saya,” ujar Suyono.

 

Pria berkacamata itu bernama Dationo. Suyono mengungkapkan, bahwa dirinya dan Dationo mendaftar haji pada 2011 silam. Seharusnya berangkat haji pada 2020, namun karena pandemi Covid-19 akibatnya ditunda dua tahun. Jadi totalnya ia menunggu keberangkatan haji selama sebelas tahun.

 

“Akhirnya setelah ditunda dua tahun, saya dan istri bisa naik haji tahun ini. Semangat saya menggebu-gebu,” jelas bapak dua anak itu.

 

Suyono merupakan anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Khur. Ia mengaku baru pakai kursi roda hanya untuk ibadah haji. Sebenarnya, Suyono masih bisa berjalan menggunakan tongkat. Tapi demi kelancaran dan keselamatan selama menjalani ibadah haji, Suyono memilih naik kursi roda.

Baca Juga :  CAKADES PASUTRI, RAWAN KORUPSI

 

“Kalau di rumah tidak pakai kursi roda. Saya masih bisa jalan, tapi pakai bantuan tongkat,” beber mantan kepala SDN Kedungrejo itu.

 

Istri Suyono, Ambar menjelaskan, bahwa fisik suaminya menurun akibat punya riwayat penyakit stroke dan jantung. Jelang berangkat haji, Ambar dan Suyono rutin olahraga pagi. Sehingga fisik bisa selalu bugar. Terkait pendamping Suyono ketika di Tanah Suci, ia mengatakan akan ada pendamping dari pihak KBIH yang akan mendorong kursi roda suaminya tersebut.

 

“Semoga semuanya lancar tanpa kendala. Insyaallah persiapannya sudah matang,” katanya.

 

Sementara itu, Dationo merasa senang bisa berangkat haji bersama mantan gurunya saat duduk di kelas 3 SD. Pria 55 tahun juga berangkat haji bersama istrinya. “Saya dan Pak Suyono tidak janjian daftar hajinya. Eh ternyata barengan berangkatnya. Alhamdulillah,” ungkapnya.

 

Berdasar informasi dari Dationo, CJH tahun ini diimbau agar tidak gelar acara syukuran sebelum berangkat haji. Sebaiknya fokus mempersiapkan fisik dan mental. “Imbauannya agar gelar syukuran ketika sudah pulang haji,” jelasnya. (*/rij)

Suyono tampak semangat menjalani manasik haji meski memakai kursi roda. Satu-satunya calon jemaah haji (CJH) Bojonegoro, yang memakai alat bantu dorong. Beruntung ada mantan siswanya bantu mendorongnya.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

 

Suyono, Satu-satunya CJH Bojonegoro Pakai Kursi Roda

TERIK matahari seakan memudar dengan semangat para calon jemaah haji (CJH) yang menjalani manasik kemarin (3/5). Sebanyak 730 CJH bersemangat menjalani tahapan manasik dengan seksama.

 

Memakai baju ihram para CJH tawaf mengelilingi replika Kakbah yang didirikan di halaman Gedung Serbaguna Jalan KH Mansyur, itu. Begitu pun menjalani latihan sai hingga melempar jumrah.

 

Jemaah penuh semangat. Wajah-wajah jemaah yang renta tidak terlihat. Ibadah haji tahun ini benar-benar spesial. Karena kuota haji terbatas dan Pemerintah Arab Saudi menerapkan peraturan ketat bagi seluruh CJH. Di antaranya setiap CJH usianya wajib 65 tahun ke bawah, tes PCR, dan vaksinasi Covid-19 lengkap.

 

Meski tak ada wajah-wajah renta, namun terlihat satu CJH yang menaiki kursi roda. Suyono, jemaah berusia 63 tahun asal Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem. Selama proses bimbingan manasik haji, kakek duduk di saf kedua dari depan terlihat antusias mendengarkan materi disampaikan pihak Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro.

Baca Juga :  Ajak Kerja Sama Beternak Kelinci

 

Begitu pun saat jalani praktik ibadah haji di lapangan Gedung Serbaguna juga penuh semangat. Ketika kegiatan bimbingan manasik haji selesai, Jawa Pos Radar Bojonegoro menghampiri pria paro baya tersebut.

 

Kursi roda Suyono didorong seorang pria berkacamata. Ternyata pria itu merupakan anak didiknya di SDN Kedungrejo, Kedungadem. “Iya kebetulan daftarnya bareng, jadi berangkatnya bareng. Alhamdulillah bisa ibadah haji bareng-bareng mantan murid saya,” ujar Suyono.

 

Pria berkacamata itu bernama Dationo. Suyono mengungkapkan, bahwa dirinya dan Dationo mendaftar haji pada 2011 silam. Seharusnya berangkat haji pada 2020, namun karena pandemi Covid-19 akibatnya ditunda dua tahun. Jadi totalnya ia menunggu keberangkatan haji selama sebelas tahun.

 

“Akhirnya setelah ditunda dua tahun, saya dan istri bisa naik haji tahun ini. Semangat saya menggebu-gebu,” jelas bapak dua anak itu.

 

Suyono merupakan anggota Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Khur. Ia mengaku baru pakai kursi roda hanya untuk ibadah haji. Sebenarnya, Suyono masih bisa berjalan menggunakan tongkat. Tapi demi kelancaran dan keselamatan selama menjalani ibadah haji, Suyono memilih naik kursi roda.

Baca Juga :  Seperti Tasyakuran, Ada Tumpeng tapi Berisi Buku

 

“Kalau di rumah tidak pakai kursi roda. Saya masih bisa jalan, tapi pakai bantuan tongkat,” beber mantan kepala SDN Kedungrejo itu.

 

Istri Suyono, Ambar menjelaskan, bahwa fisik suaminya menurun akibat punya riwayat penyakit stroke dan jantung. Jelang berangkat haji, Ambar dan Suyono rutin olahraga pagi. Sehingga fisik bisa selalu bugar. Terkait pendamping Suyono ketika di Tanah Suci, ia mengatakan akan ada pendamping dari pihak KBIH yang akan mendorong kursi roda suaminya tersebut.

 

“Semoga semuanya lancar tanpa kendala. Insyaallah persiapannya sudah matang,” katanya.

 

Sementara itu, Dationo merasa senang bisa berangkat haji bersama mantan gurunya saat duduk di kelas 3 SD. Pria 55 tahun juga berangkat haji bersama istrinya. “Saya dan Pak Suyono tidak janjian daftar hajinya. Eh ternyata barengan berangkatnya. Alhamdulillah,” ungkapnya.

 

Berdasar informasi dari Dationo, CJH tahun ini diimbau agar tidak gelar acara syukuran sebelum berangkat haji. Sebaiknya fokus mempersiapkan fisik dan mental. “Imbauannya agar gelar syukuran ketika sudah pulang haji,” jelasnya. (*/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/