Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Boks
icon featured
Boks
Mastur Fauzi, Perajin Wire Bonsai di Lamongan

Pembuatan Butuh 2-5 Hari, Tergantung Ukuran dan Tingkat Kesulitannya

M. GAMAL AYATULLAH

22 November 2021, 12: 39: 39 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Pembuatan Butuh 2-5 Hari, Tergantung Ukuran dan Tingkat Kesulitannya

KREATIF: Mastur Fauzi dengan beberapa wire bonsai buatannya. (M. GAMAL AYATULLAH/RDR.LMG)

Share this      

Seni bonsai banyak digemari masyarakat. Namun untuk membuatnya dibutuhkan waktu yang lama dan harga yang relatif mahal. Di tangan Mastur Fauzi, seni bonsai bisa dibuat lebih cepat dengan harga terjangkau. Yakni melalui seni Wire Bonsai (bonsai tiruan)


MELIHAT wire bonsai buatan Mastur Fauzi, hampir pasti semua orang akan mengira sebuah bonsai yang terbuat dari tumbuhan hidup. Bentuk daun, ranting hingga tonggak kayu tempat hidupnya benar-benar mirip seperti bonsai pada umumnya. Padahal wire bonsai itu dibuat dari tembaga. Bedanya hanya ukurannya yang rata-rata lebih kecil disbanding bonsai yang asli.
Seni bonsai buatan itu bisa dijumpai di stan pedagang kaki lima (PKL) di bekalang Masjid Agung Lamongan. Sebab, wire binsai itu dibuat Fauzi di sela-selanya mengelola warung makanan miliknya. ‘’Saya menekuni membuat wire bonsai ini sekitar satu tahun,’’ kata Mastur Fauzi.
Pria 43 tahun itu mengaku menekuni pembuatan wire bonsai dilatar-belakangi kecintaannya pada tanaman bonsai sejak remaja. ‘’Dari situlah, akhirnya saya menemukan ide untuk membuat wire bonsai untuk mengisi waktu luang,’’ ungkapnya.
Kemampuannya membuat wire bonsai tidak didapat dari kursus atau pelatihan formal. Tapi melalui media sosial secara otodidak. Pria asal Surabaya yang sudah menetap di Lamongan itu mengaku semakin bersemangat membuat wire bonsai karena bahan-bahannya mudah di dapat di Kota Soto tersebut. Antara lain, ranting atau batang pohon dibuat dari kawat tembaga. Kemudian daunnya dari serbuk rumput, ditambah dengan bebatuan dan kayu tua sebagai medianya. ‘’Pembuatan satu buah wire bonsai butuh waktu sekitar 2 sampai 5 hari tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya,’’ ungkap pria tiga anak ini.
Menurut dia, yang paling sulit adalah mencari medianya berupa tonggak kayu. Biasanya dia mencari di wilayah Lamongan selatan yang banyak terdapat hutan. Tapi juga ada di tempat penggergajian kayu. Kemudian batuannya mencari di pesisir pantai utara Lamongan. Tonggak kayu dan bebatuan tidak sembarangan mencari. Dibutuhkan yang sesuai dengan bentuk wire bonsai yang akan dibuat. ‘’Yang paling sulit mencari kayu serta mensingkronkan dengan bentuk daun yang akan dipasangkan,’’ tukasnya.
Setelah semua bahan didapat, menurut dia, proses pembuatan wire bonsai baru bisa dimulai. Dibutuhkan nilai seni untuk meletakkan tonggak kayu dengan daun-daunnya agar terlihat natural seperti seni bonsai pada umumnya. ‘’Kalau bonsai asli, bila ada bentuk daun atau ranting yang kurang pas dibutuhkan waktu lama untuk membentuknya sesuai keinginan kita. Kalau wire bonsai tinggal membelokkan kawat tembaganya,’’ ujarnya sambil tersenyum.
Fauzi mengungkapkan, wire bonsai buatannya harganya antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 Juta, tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Pembelinya tidak hanya dari Lamongan saja, tetapi hingga luar daerah seperti Gresik, Surabaya. Karena masih minim perajin, seni wire bonsai ini cukup prospektif. ‘’Di Lamongan masih minim perajin wire bonsai,’’ ujarnya.

Baca juga: Desain Jembatan Membutuhkan Waktu Enam

(bj/mal/feb/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia