alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Jejak SDN 1 Cepu Menempati Bekas Bangunan Zaman Belanda

Bekas HIS Sekolah Anak-Anak Eropa dan Priyayi

- Advertisement -

Blora menyimpan sejarah yang membentang. Terutama sejarah zaman kolonialisme. Terdapat bangunan-bangunan pendidikan zaman kolonialisme yang estafet hingga saat ini. Beberapa sekolah ada yang menempati bangunan berarsitektur Eropa.

LUKMAN HAKIM, Radar Blora

 

JEJAK bangunan kolonial berupa tempat pendidikan di Blora masih banyak ditemui. Terutama di sekitar pusat perkotaan Blora dan Cepu. Salah satunya SDN 1 Cepu, bangunan masih terawat dan kokoh, dulu merupakan Holland Indische School (HIS) tempat belajar anak-anak Eropa dan priyayi.

- Advertisement -

 

Saat ini bangunan masih difungsikan sebagai tempat pendidikan siswa dasar (SD). Tembok bangunan mulai dicat hijau. Terdapat ornamen Belanda masih nampak jelas. Misalkan seperti pintu masuk yang khas terdapat lipatan di tengahnya. Jendela, bentuk atap dan lantai seperti panggung. Jika dilihat dari luar menunjukan corak bangunan beraroma Eropa.

Baca Juga :  Jadi Fasilitator di 125 Sekolah, Ajak Guru Cakap Literasi dan Numerasi

 

Sutrimo pensiunan penjaga sekolah sejak 1966 mengungkapkan, bangunan tersebut sudah ada sejak zaman kolonial. Hal itu diperoleh dari cerita orang tuanya dahulu bahwa bangunan SDN 1 Cepu saat ini ditempati merupakan bangunan Belanda. Bangunan tidak banyak yang berubah, seperti jendela, hingga pintu atap masih sama. Hanya tembok saat ini dilapisi semen agar tidak rontok.

 

“Saya dipesan orang tua, kalau ada yang tanya bangunan ini dibangun bersamaan dengan gedung Pegadaian,” ungkap kakek kelahiran 1945 tersebut.

 

Berdasar data dihimpun, bangunan Pegadaian tertulis 1911. Sehingga Sutrimo memastikan bangunan Belanda yang saat ini digunakan belajar siswa-siswi itu berdiri pada tahun yang sama. Pada era kolonial, dari cerita orang tuanya merupakan Holland Indische School (HIS), tempat belajar yang dikhususkan untuk orang-orang Eropa.

Baca Juga :  Musim Kemarau Dijemur, Musim Hujan Disediakan Lampu

 

“Anaknya mantri saja tidak boleh, harus orang-orang Belanda,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro berusaha menelusuri jejak bangunan HIS tersebut melalui arsip Belanda di webstie Delpher.nl. Terdapat sebuah artikel koran terbitan belanda Het nieuws van den dag : kleine courant. Pada tahun 1911 sudah terdapat penugasan dari pemerintah kolonial salah satunya di bidang pendidikan. Dalam artikel itu disebutkan Ms. E.Ch. Sommer ditugaskan bekerja sementara menjadi asisten guru ditempatkan di Sekolah Tjepoe. (*/rij)

Blora menyimpan sejarah yang membentang. Terutama sejarah zaman kolonialisme. Terdapat bangunan-bangunan pendidikan zaman kolonialisme yang estafet hingga saat ini. Beberapa sekolah ada yang menempati bangunan berarsitektur Eropa.

LUKMAN HAKIM, Radar Blora

 

JEJAK bangunan kolonial berupa tempat pendidikan di Blora masih banyak ditemui. Terutama di sekitar pusat perkotaan Blora dan Cepu. Salah satunya SDN 1 Cepu, bangunan masih terawat dan kokoh, dulu merupakan Holland Indische School (HIS) tempat belajar anak-anak Eropa dan priyayi.

- Advertisement -

 

Saat ini bangunan masih difungsikan sebagai tempat pendidikan siswa dasar (SD). Tembok bangunan mulai dicat hijau. Terdapat ornamen Belanda masih nampak jelas. Misalkan seperti pintu masuk yang khas terdapat lipatan di tengahnya. Jendela, bentuk atap dan lantai seperti panggung. Jika dilihat dari luar menunjukan corak bangunan beraroma Eropa.

Baca Juga :  Padi Mulai Meteng, Petani Gelisah Batang Dirusak Wereng

 

Sutrimo pensiunan penjaga sekolah sejak 1966 mengungkapkan, bangunan tersebut sudah ada sejak zaman kolonial. Hal itu diperoleh dari cerita orang tuanya dahulu bahwa bangunan SDN 1 Cepu saat ini ditempati merupakan bangunan Belanda. Bangunan tidak banyak yang berubah, seperti jendela, hingga pintu atap masih sama. Hanya tembok saat ini dilapisi semen agar tidak rontok.

 

“Saya dipesan orang tua, kalau ada yang tanya bangunan ini dibangun bersamaan dengan gedung Pegadaian,” ungkap kakek kelahiran 1945 tersebut.

 

Berdasar data dihimpun, bangunan Pegadaian tertulis 1911. Sehingga Sutrimo memastikan bangunan Belanda yang saat ini digunakan belajar siswa-siswi itu berdiri pada tahun yang sama. Pada era kolonial, dari cerita orang tuanya merupakan Holland Indische School (HIS), tempat belajar yang dikhususkan untuk orang-orang Eropa.

Baca Juga :  Ingin Bangkitkan Talenta Sepak Bola Bojonegoro

 

“Anaknya mantri saja tidak boleh, harus orang-orang Belanda,” ucapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro berusaha menelusuri jejak bangunan HIS tersebut melalui arsip Belanda di webstie Delpher.nl. Terdapat sebuah artikel koran terbitan belanda Het nieuws van den dag : kleine courant. Pada tahun 1911 sudah terdapat penugasan dari pemerintah kolonial salah satunya di bidang pendidikan. Dalam artikel itu disebutkan Ms. E.Ch. Sommer ditugaskan bekerja sementara menjadi asisten guru ditempatkan di Sekolah Tjepoe. (*/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/