Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Boks
icon featured
Boks
Melihat Pernikahan Bersebelahan Peresmian

Jadi Kenangan, Umur Jembatan Sama dengan Umur Pernikahan

M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro

13 Januari 2022, 08: 11: 19 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Jadi Kenangan, Umur Jembatan Sama dengan Umur Pernikahan

DIPISAH TIRAI: Dua terop berdiri berdekatan kemarin (12/1). Satunya acara Peresmian Jembatan TBB, satunya terop pernikahan. Tampak sang pengantin duduk saat resepsi. (M. IRVAN RAMADHAN/RDR.BJN)

Share this      

Acara pernikahan pasangan pengantin di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, cukup unik. Tempat resepsi pernikahan bersebelahan panggung peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro-Tuban (TBT). Hanya terhalang tirai dekorasi.

BAHAGIA sedang dirasakan pasangan pengantin Fahriza Ifan dan Aprianka Putri Hamka. Senyum selalu terpancar dari wajah keduanya ketika berada di pelaminan pernikahan berlangsung kemarin siang (12/1). Terlebih acara berjalan meriah.

Selain dimeriahkan keluarga dan tamu undangan, pernikahan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, itu mendapat perhatian gubernur, bupati, hingga pejabat yang ikut peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro Tuban (TBT) kemarin. Ternyata, lokasi resepsi pernikahan bertepatan persis dengan peresmian Jembatan TBT. 

Dua acara sama-sama memakai terop itu bersebelahan, hanya terhalang tirai dekorasi. Acara pernikahan pengantin berlangsung pagi dan berakhir pukul 10.00. Sedangkan, peresmian berlangsung usai pernikahan. Sehingga tamu undangan langsung melihat peresmian jembatan setelah mengikuti prosesi pernikanan.

Ifan mempelai laki-laki memiliki perasaan campur aduk. Antara kebahagiaan dan bingung karena pernikahan bersamaan peresmian Jembatan TBT. Terlebih tempat peresmian tepat di jalan depan rumahnya yang halamannya menjadi tempat pernikahan.

“Ada senang dan tidaknya,” ungkap pemuda asal Desa Semambung itu.

Putra pasangan Sarji dan Umi itu bahagia karena pernikahannya ramai. Namun, juga bingung karena sedikit terganggu dengan adanya peresmian tepat di hari pernikahannya. Juga acara hampir bersamaan.

Ifan tetap bersyukur hari spesialnya kemarin, karena kedua acara bisa berjalan lancar dan aman. Tanpa ada kendala. “Memaklumi keadaan,” ujarnya.

Ifan sendiri merupakan pekerja pembangunan Jembatan TBT. Sehingga merasa memiliki jembatan menghubungkan Bojonegoro dan Tuban itu. Dan menganggap sebagai kado pernikahannya. “Kado buat kami, nantinya umur jembatan sama dengan umur pernikahan. Sehingga bisa dikenang,” jalasnya dengan tersenyum. 

Menurut Ifan, sebelumnya panggung peresmian berada di atas Jembatan TBT dan tidak bersebelahan. Namun, mendadak diubah tepat di sebelah tenda pernikahannya. Yang membuat bingung, jadwal peresmian berubah-ubah sehingga pihaknya harus menyesuikan agar tidak bersamaan.

“Kami ikut bingung, untung semua pihak membantu,” terangnya.

Sarji pemilik hajat pernikahan mengatakan, tidak sengaja dan direncanakan hari pernikahan anaknya sama dengan peresmian Jembatan TBT. Sudah ditentukan jauh-jauh hari tanggal pernikahan dinilai terbaik.

“Tidak tahu jika sama,” ungkap ayah mempelai laki-laki itu.

Menurut Sarji, selama akad dan resepsi pernikahan berjalan lancar. Kendala terjadi saat persiapan, karena harus menyesuaikan jam pelaksanaan agar tidak bersamaan peresmian jembatan. Untungnya berbagai pihak, mulai desa, kecamatan, dan KUA membantu.

Sarji jutru senang karena pernikahan anaknya bersamaan peresmian Jembatan TBT. Juga tempat pelaksanaan bersebelahan, sehingga menjadi sejarah unik.

“Sejarah ini, tidak ada di tempat lainnya,” ujarnya sambil tertawa.

Jadi Kenangan, Umur Jembatan Sama dengan Umur Pernikahan

BAHAGIA: Ifan bersama istrinya usai resepsi. (M. IRVAN RAMADHAN/RDR.BJN)

(bj/*/rij/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia