Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Boks
icon featured
Boks
Uswatun H., Guru yang Juga Penulis Buku Ajar

Ingin Selesaikan Karya tentang Anak Berkebutuhan Khusus

RIKA RATMAWATI, Radar Lamongan

13 Januari 2022, 11: 25: 26 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Ingin Selesaikan Karya tentang Anak Berkebutuhan Khusus

PRODUKTIF: Uswatun Hasanah menunjukkan beberapa buku hasil karyanya. (Istimewa)

Share this      

Uswatun Hasanah termasuk guru yang produktif menulis. Dia lebih banyak menulis untuk kebutuhan anak TK. 

AYO Menebali Garis. Judul itu menjadi karya pertama Uswatun Hasanah. Buku tersebut disusun setelah dia merasa buku ajar di tempatnya mengajar, Kelompok Bermain Muslimat Nurus Sibyan,  tidak sesuai usia anak.

‘’Kasihan kalau kita paksakan. Seharusnya diberikan pembelajaran sesuai tahapan usianya, agar bisa diterima dengan baik,” tutur guru yang sudah memiliki 15 karya itu. 

Baca juga: Paling Sulit Gunakan Tendangan Dekagen

Buku – buku lain yang diterbitkan di antaranya, Mengenal Huruf, Mengenal Angka, Belajar Membaca, Rofi Suka Gosok Gigi, dan Taman Desaku yang Indah. 

Uswatun ingin selalu menghasilkan karya. Namun, kadang ide dan alur cerita yang hendak ditulis tidak bertemu. Dia membutuhkan waktu khusus untuk menyelesaikan tulisan tersebut.

Sebelum tidur menjadi waktu yang dirasakan pas untuk menulis. Ide-ide yang berkeliaran di otak, disalin ke media ponsel atau kertas. “Sampai sekarang saya masih konsisten membuat buku bahan ajar dan novel. Kalau cerpen masih belum,” imbuh ketua IGTKI Karanggeneng itu. 

Buku ajar karya Uswatun disusun maksimal dua bulan. Bahkan, bisa lebih cepat. Tergantung ketebalan halaman dan desainnya. Buku ajar PAUD misalnya. Bukunya  harus dilengkapi gambar dan tulisan karena guru harus bercerita. Sementara buku anak TK berkutat dengan tulisan, angka, dan juga gambar. 

Saat ini, Uswatun masih memiliki keinginan menulis karya tentang anak berkebutuhan khusus (ABK). Minimnya informasi dan pengetahuan, membuatnya kesulitan untuk menyelesaikan keinginannya tersebut. Dia merasa sangat terbantu dengan memiliki murid yang istimewa itu.

“Mudah-mudahan bisa segera selesai tulisan ini, tentunya masih butuh banyak sumber lagi,” harapnya. 

Uswatun juga ingin menularkan ilmunya kepada lingkungan, khususnya guru-guru. Dalam beberapa kesempatan, dia mengajak teman-temannya untuk menulis. Lomba menulis puisi guru di IGTK pada momen Hari Ibu tahun lalu, dikumpulkan untuk dijadikan karya antologi.

(bj/rka/yan/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia