alexametrics
24.6 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Lutfi Nurul Fadhilah, Peraih Medali Perak Half Maraton Porprov 2022

Pingsan karena Kurang Nutrisi dan Dehidrasi

Lutfi Nurul Fadhilah menjadi salah satu atlet penyumbang satu medali dari 11 cabor atletik pada Porprov 2022. Pejuangan Lutfi sangat luar biasa. Bahkan hingga pingsan saat menginjakkan garis finis.

M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro

 

’’MASIH di rumah,” ungkap Lutfi Nurul Fadhilah kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

 

Lutfi harus menjalani masa pemulihan setelah pulang dari Porprov 2022. Sebab ketika bertanding pingsan. Bahkan sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum pulang ke Bojonegoro.

 

“Tidak ikut upacara penghormatan pemenang (UPP),” ungkap atlet half maraton itu.

 

Pada pertandingan 2 Juli lalu, Lutfi pingsan saat mencapai garis finis. Sebelum pingsan, setengah putaran terakhir pandangan mulai kabur. Keseimbangan juga mulai tidak stabil, dan kehilangan fokus.

Baca Juga :  Merasa Enak karena Tidak Ada yang Mengatur

 

“Saat itu masih posisi pertama,” jelas atlet asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kasiman tersebut.

 

Saat pertandingan kurang lebih 150 meter dari finis, atlet 19 tahun tersebut sudah tidak bisa melihat, dan pandangan kosong. Bahkan tak mendengar apa pun, termasuk teriakan dan sorakan ketika pelari di posisi kedua menyalip.

“Sampai finis pun tidak dapat mengingatnya,” terang atlet Alumni MAN 5 Bojonegoro itu.

 

Lutfi sebenarnya tidak mengetahui ketika sampai di finis, sebab sudah hilang kesadaran. Namun sebelum pingsan tekad menyelesaikan pertandingan ada dalam pikiran. Tentu agar tidak mengecewakan orang-orang telah percaya dan mendukung.

 

“Alhamdulillah sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan perlombaan sampai selesai meski sebelum sampai finish ada sedikit kendala,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu.

Baca Juga :  Ingin Memberikan Mahkota Kepada Orang Tua

 

Berdasar pemeriksaan dokter, Lutfi mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi ketika bertanding. Sehingga kehilangan kesadaran.

 

“Tidak tahu lengkapnya bagaimana. Ini (dehidrasi dan kekurangan nutrisi) diberi tahu orang yang mendampingi di RS,” jelas atlet hobi menonton film tersebut.

 

Orang tua Lutfi sangat khawatir ketika mengetahui anaknya pingsan ketika bertanding. Bahkan sang nenek menangis mendengan kabar tersebut.

 

“Mereka tetap bersyukur dengan hasil yang saya berikan,” kata atlet baru pertama mengikuti porprov tersebut. (*/msu)

Lutfi Nurul Fadhilah menjadi salah satu atlet penyumbang satu medali dari 11 cabor atletik pada Porprov 2022. Pejuangan Lutfi sangat luar biasa. Bahkan hingga pingsan saat menginjakkan garis finis.

M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro

 

’’MASIH di rumah,” ungkap Lutfi Nurul Fadhilah kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

 

Lutfi harus menjalani masa pemulihan setelah pulang dari Porprov 2022. Sebab ketika bertanding pingsan. Bahkan sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum pulang ke Bojonegoro.

 

“Tidak ikut upacara penghormatan pemenang (UPP),” ungkap atlet half maraton itu.

 

Pada pertandingan 2 Juli lalu, Lutfi pingsan saat mencapai garis finis. Sebelum pingsan, setengah putaran terakhir pandangan mulai kabur. Keseimbangan juga mulai tidak stabil, dan kehilangan fokus.

Baca Juga :  Butuh Waktu Lama untuk Dapatkan Hasil Maksimal

 

“Saat itu masih posisi pertama,” jelas atlet asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kasiman tersebut.

 

Saat pertandingan kurang lebih 150 meter dari finis, atlet 19 tahun tersebut sudah tidak bisa melihat, dan pandangan kosong. Bahkan tak mendengar apa pun, termasuk teriakan dan sorakan ketika pelari di posisi kedua menyalip.

“Sampai finis pun tidak dapat mengingatnya,” terang atlet Alumni MAN 5 Bojonegoro itu.

 

Lutfi sebenarnya tidak mengetahui ketika sampai di finis, sebab sudah hilang kesadaran. Namun sebelum pingsan tekad menyelesaikan pertandingan ada dalam pikiran. Tentu agar tidak mengecewakan orang-orang telah percaya dan mendukung.

 

“Alhamdulillah sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan perlombaan sampai selesai meski sebelum sampai finish ada sedikit kendala,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu.

Baca Juga :  Rumah Bantuan Program Pemerintah Ambruk

 

Berdasar pemeriksaan dokter, Lutfi mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi ketika bertanding. Sehingga kehilangan kesadaran.

 

“Tidak tahu lengkapnya bagaimana. Ini (dehidrasi dan kekurangan nutrisi) diberi tahu orang yang mendampingi di RS,” jelas atlet hobi menonton film tersebut.

 

Orang tua Lutfi sangat khawatir ketika mengetahui anaknya pingsan ketika bertanding. Bahkan sang nenek menangis mendengan kabar tersebut.

 

“Mereka tetap bersyukur dengan hasil yang saya berikan,” kata atlet baru pertama mengikuti porprov tersebut. (*/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/