Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Boks
icon featured
Boks
Aldin F., Atlet Beladiri yang Kuasai 3 Cabor

Dapat Peringatan karena Terbiasa Membanting

AUDINA HUTAMA PUTRI

07 Desember 2021, 13: 53: 23 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Dapat Peringatan karena Terbiasa Membanting

BERPRESTASI: Aldin Flavianus memamerkan medali perunggu Kejurprov Kick Boxing II Jawa Timur di Surabaya bulan lalu. (Istimewa)

Share this      

Sempat ditentang orang tuanya, Aldin Flavianus, 18, membuktikan mampu menorehkan 12 medali dari cabor wushu, muaythai, dan kick boxing.

ALDIN Flavianus banyak menghabiskan waktunya untuk latihan di kamp bela diri dan gym. Selain untuk persiapan tampil di kejuaraan, dia juga memersiapkan diri mengikuti seleksi di salah satu perguruan tinggi tahun depan.
‘’Seharusnya tahun ini rencananya saya mau kuliah di Poltekpel (Politeknik Pelayaran) Surabaya, tapi gagal. Jadi kesibukannya kalau nggak latihan di kamp, ya ke gym. Tahun depan masih ada keinginan ikut seleksi lagi di Poltekpel,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (6/12).
Aldin memiliki minat untuk berlatih bela diri sejak kecil. Namun, dia dilarang orang tuanya. Saat duduk di kelas VII SMP, dia memberanikan diri bergabung di ekstrakurikuler wushu.
‘’Sebenarnya orang tua juga melarang ikut wushu. Khawatir jika perilaku saya nanti seperti oknum-oknum perguruan silat yang sering bikin keributan. Tapi saya ingin membuktikan bahwa saya bisa berprestasi,’’ tuturnya.
Setahun berlatih wushu, Aldin diberi kesempatan tampil pada Kejurda Wushu Se-Jawa – Bali Wanoro Seto Open 2016 di Surabaya. Dia berhasil ke babak final dan mendapatkan medali perak.
Sejak saat itu, Aldin kerap diturunkan di berbagai kejuaraan wushu resmi dan terbuka. Bulan lalu, dia mendapatkan medali emas Kejurkab VIII KONI Lamongan.    
Beranjak di bangku SMA, Aldin diarahkan pelatihnya mencoba cabor muaythai. Di Lamongan, belum ada kamp khusus muaythai. Atlet 18 tahun ini harus latihan ke Jombang.
Aldin merasa tidak terlalu kesulitan ketika berlatih muaythai karena sudah memiliki basic wushu. Pada 2018, dia diturunkan di dua kejuaraan muaythai.
‘’Saya ikut Porkab (Pekan Olahraga Kabupaten) Jombang cabor muaythai dapat medali emas. Saat itu, saya tampil atas nama sasana. Di tahun yang sama, ada kejuaraan cabor muaythai lagi antarsasana. Alhamdulillah saya dapat medali emas,’’ paparnya.
Meskipun telah berhasil menorehkan prestasi di wushu dan muaythai, Aldin belum puas. Ketika duduk di kelas XI SMA, dia mencoba berlatih kick boxing. Aldin juga tidak memiliki kesulitan di cabor ini.
‘’Cuma saya sering terbawa kebiasaan membanting. Sedangkan di kick boxing tidak boleh membanting. Saat tanding, saya berulangkali dapat peringatan gara-gara mau banting lawan,’’ ungkapnya.
Sudah dua kali Aldin tampil di kompetisi kick boxing. Awal tahun lalu, dia berhasil mendapatkan medali emas Kejurprov Kick Boxing Jawa Timur 2020 di Jember. Aldin kembali diturunkan pada Kejurprov Kick Boxing II Jawa Timur di Surabaya, 29 November. Dia berhasil mendapatkan medali perunggu di kelas 63,5 kilogram putra low kick.
Atlet bertubuh jangkung ini merasa penampilannya kurang maksimal di kejurprov bulan lalu.
‘’Saya merasa kurang latihan. Kalah saya di fisik. Termasuk dapat pengurangan banyak poin gara-gara diperingatkan agar tidak membanting lawan. Sebelumnya, saya baru saja main di wushu kejurkab. Persiapannya memang mepet,’’ terangnya.
Dalam waktu dekat ini, Aldin rencananya tampil lagi di Kejurprov III Kick Boxing Jawa Timur 2021 di Surabaya. Single event resmi itu hanya mempertandingkan nomor K-1. Peserta boleh menggunakan knee (lutut) dan elbow (siku) untuk menyerang lawan.
‘’Sementara hanya latihan ringan-ringan saja. Karena belum dikonfirmasi ulang jadi atau nggak ikut kejurprov,’’ imbuh atlet yang tinggal di Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang.
Di antara tiga cabor yang telah ditekuni, Aldin lebih suka wushu. Alasannya, teknik-teknik yang diajarkan lengkap dan cakupan bermainnya lebih luas. Namun, Aldin melihat bahwa peluangnya mendapatkan prestasi lebih besar di kick boxing.
‘’Kalau berdasarkan pengalaman saya, peluang prestasi di kick boxing lebih besar. Saya sendiri juga merasa lebih mudah saat tanding,’’ akunya.
Hingga saat ini, Aldin telah mengoleksi 12 medali dari cabor wushu, muaythai, dan kick boxing. Walaupun berprestasi sebagai atlet, Aldin tetap ingin mewujudkan cita-citanya sebagai pelaut.
‘’Di sisi lain saya juga ingin aktif sebagai atlet. Di kota-kota besar banyak sasana bela diri yang bisa saya ikuti. Kebetulan di Lamongan saya juga ikut mendirikan sasana Joko Tingkir Fighting Club. Semua bela diri seperti wushu, muaythai, kick boxing, MMA (mix martial art), dan boxing kita coba tekuni bersama-sama,’’ tuturnya.

Baca juga: Gambarnya Identik Ayam dan Bebek, Ada Tingkat Kerumitan

(bj/din/yan/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia