alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Melihat Keseruan Balap Tamiya Skala Nasional

Tak Merasa Penat meski Lomba Lebih dari 12 Jam

Geliat lomba balap tamiya di Bojonegoro makin semarak. Tim ikut lomba hingga Luar Jawa. Lomba di Bojonegoro fokus satu nomor standard tamiya box (STB) pro.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

 

SEBANYAK 30 tim tamiya adu balap di Gedung Sukorejo pada Sabtu (30/7). Teriakan riuh bersahutan di dalam gedung. Jawa Pos Radar Bojonegoro melihat jalannya lomba ketika masih masa penyisihan. Ada dua sirkuit dipasang. Para tim bergantian menerjunkan tamiya andalannya ke sirkuit.

 

Petrick Kristiandy selaku penyelenggara menjelaskan, lomba balap tamiya ini seri ketiga. Tim hadir sebagian besar tim asal Bojonegoro. Sisanya ada tim dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. “Serasa kejuaraan nasional (kejurnas) saat kompetisi seri ketiga ini,” ucap Petrick.

Baca Juga :  Ajak Kerja Sama Beternak Kelinci

 

Seri keempat sekaligus terakhir akan digelar Oktober. Petrick merasa hobi balap tamiya tidak pernah surut. Pehobinya dari berbagi wilayah. Tergantung keberadaan sirkuit permanen. “Di kota-kota besar ini pasti ada sirkuit tamiya permanen. Siapapun hobi balap tamiya bakalan main. Juga rutin ada kompetisinya,” tuturnya.

 

Kompetisi berjalan mulai pukul 09.00 hingga 23.00 Sabtu (30/7). Durasi lomba sepanjang itu sudah biasa. Jumlah timnya banyak. Para peserta atau tim pun tidak merasakan lelah, karena jadi ajang melepas penat. “Kalau sudah hobi, tentu saat kompetisi itu dimanfaatkan silaturahmi, olahraga mondar-mandir, refreshing, dan sebagainya,” imbuhnya.

 

Ke depannya, Petrick bersama Bojonegoro Tamiya Community (BTC) ingin membuat sirkuit tamiya permanen. Agar ada regenerasi anak-anak. “Sekarang pun sudah terlihat, ada anak dari anggota BTC ikut lomba kemarin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Merasa Bahagia ketika Ada Anak Kecil Suka Kostum Kamen Rider

 

Ia mengatakan, BTC fokus pada satu nomor perlombaan tamiya. Yakni, standard tamiya box (STB) pro. Bahkan, lomba balap tamiya Bojonegoro diperhitungkan di seputaran Jawa. Bulan depan, Petrick bersama BTC akan mengikuti lomba di Surabaya. Namun, nomor perlombaannya kelas side damper yang populer.

 

Meski begitu kelas STB pro banyak peminatnya. Alasannya, relatif mengandalkan kecerdikan si penggunanya saat men-setting tamiya agar tidak terpental dari sirkuit akibat terlalu cepat. “Juga perlu mengatur performa tamiya agar tidak terlalu pelan, sehingga mampu melewati rintangan atau obstacle di sirkuit,” pungkasnya. (*/rij)

Geliat lomba balap tamiya di Bojonegoro makin semarak. Tim ikut lomba hingga Luar Jawa. Lomba di Bojonegoro fokus satu nomor standard tamiya box (STB) pro.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

 

SEBANYAK 30 tim tamiya adu balap di Gedung Sukorejo pada Sabtu (30/7). Teriakan riuh bersahutan di dalam gedung. Jawa Pos Radar Bojonegoro melihat jalannya lomba ketika masih masa penyisihan. Ada dua sirkuit dipasang. Para tim bergantian menerjunkan tamiya andalannya ke sirkuit.

 

Petrick Kristiandy selaku penyelenggara menjelaskan, lomba balap tamiya ini seri ketiga. Tim hadir sebagian besar tim asal Bojonegoro. Sisanya ada tim dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. “Serasa kejuaraan nasional (kejurnas) saat kompetisi seri ketiga ini,” ucap Petrick.

Baca Juga :  Transfer DBH Migas Tak Berubah

 

Seri keempat sekaligus terakhir akan digelar Oktober. Petrick merasa hobi balap tamiya tidak pernah surut. Pehobinya dari berbagi wilayah. Tergantung keberadaan sirkuit permanen. “Di kota-kota besar ini pasti ada sirkuit tamiya permanen. Siapapun hobi balap tamiya bakalan main. Juga rutin ada kompetisinya,” tuturnya.

 

Kompetisi berjalan mulai pukul 09.00 hingga 23.00 Sabtu (30/7). Durasi lomba sepanjang itu sudah biasa. Jumlah timnya banyak. Para peserta atau tim pun tidak merasakan lelah, karena jadi ajang melepas penat. “Kalau sudah hobi, tentu saat kompetisi itu dimanfaatkan silaturahmi, olahraga mondar-mandir, refreshing, dan sebagainya,” imbuhnya.

 

Ke depannya, Petrick bersama Bojonegoro Tamiya Community (BTC) ingin membuat sirkuit tamiya permanen. Agar ada regenerasi anak-anak. “Sekarang pun sudah terlihat, ada anak dari anggota BTC ikut lomba kemarin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Keabadian Warisan Kerajinan sejak 25 Tahun Lalu

 

Ia mengatakan, BTC fokus pada satu nomor perlombaan tamiya. Yakni, standard tamiya box (STB) pro. Bahkan, lomba balap tamiya Bojonegoro diperhitungkan di seputaran Jawa. Bulan depan, Petrick bersama BTC akan mengikuti lomba di Surabaya. Namun, nomor perlombaannya kelas side damper yang populer.

 

Meski begitu kelas STB pro banyak peminatnya. Alasannya, relatif mengandalkan kecerdikan si penggunanya saat men-setting tamiya agar tidak terpental dari sirkuit akibat terlalu cepat. “Juga perlu mengatur performa tamiya agar tidak terlalu pelan, sehingga mampu melewati rintangan atau obstacle di sirkuit,” pungkasnya. (*/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Blora Kaya Wisata Alam Geosite

Mas Bupati Melepas Rindu dengan Guru

Mayoritas Guru SMA-SMK Belum Siap

Artikel Terbaru


/