Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jelang Ramadan, Stok Beras Aman: Bulog Pastikan Pasokan Terjaga, Permintaan Minyak Goreng Meningkat

Hakam Alghivari • Sabtu, 14 Februari 2026 | 07:00 WIB
BERAS: Warga Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro panen padi, Selasa (10/2).
BERAS: Warga Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro panen padi, Selasa (10/2).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bulog Cabang Bojonegoro memastikan ketersediaan beras di wilayahnya dalam kondisi aman menjelang Ramadan 2026. Hingga awal Februari, stok beras yang dikuasai Bulog tercatat mencapai sekitar 42 ribu ton.

Kepala Bulog Cabang Bojonegoro Ferdian Dharma Atmaja mengatakan, stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat. Selain itu, pasokan beras diperkirakan akan semakin bertambah seiring masuknya masa panen raya.

“Stok beras cukup dan aman, sekitar 42 ribu ton. Untuk penambahan stok, panen raya diperkirakan mulai berlangsung pada minggu ketiga Februari,” kata Ferdian, Selasa (10/2). Selain itu, Bulog juga mencatat ketersediaan minyak goreng masih terjaga.

Saat ini, pasokan minyak goreng di wilayah Bojonegoro berada di kisaran 100 ribu liter per Selasa, (10/2). Namun, Ferdian menyebut pergerakan stok minyak goreng bersifat dinamis. “Untuk minyak goreng, keluar masuknya cepat. Pengiriman dari pabrik dilakukan bertahap dan terjadwal, sementara penjualan juga cukup banyak,” ujarnya.

Kondisi stok yang relatif aman ini juga dirasakan di tingkat grosir. Rendra Fajar, pemilik Gempol Grosir di Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem, menyebut ketersediaan beras di tokonya masih mencukupi dengan harga yang relatif stabil.

“Stok beras aman, harga juga stabil. Kalau minyak goreng memang sudah ada kenaikan harga, tapi stok masih aman,” kata Rendra saat dihubungi. Ia menambahkan, menjelang Ramadan biasanya terjadi lonjakan permintaan, terutama untuk kebutuhan parsel atau bingkisan.

Hal tersebut membuat perputaran barang di tingkat grosir meningkat. “Rata-rata dibeli untuk parsel atau bingkisan. Biasanya memang banyak yang mau berbagi ke tetangga atau saudara menjelang Ramadan,” tambahnya.

Rendra mengaku, tidak khawatir dengan ketersediaan barang. Menurutnya, kondisi seperti ini sudah menjadi pola tahunan yang dapat diantisipasi. “Tidak (was-was), karena sudah biasa tiap tahun menjelang Ramadan memang ada kenaikan harga dan permintaan,” pungkasnya. (kam/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bulog bojonegoro #ramadan #Bulog #Panen #beras #minyak goreng #bojonegoro #grosir #panen raya #stok beras #pasokan beras #minyak