Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Angka Pencaker di Bojonegoro Meningkat, Tercatat 2.383 Orang Ajukan AK-1

Yana Dwi Kurniya Wati • Senin, 5 Januari 2026 | 19:04 WIB
CAREER EXPO: Para pencaker sedang berkomunikasi perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di acara Bojonegoro Career Expo 2024 di Gedung Islamic Centre kemarin (4/12).  (AHMAD NAWAF TIMYAT
CAREER EXPO: Para pencaker sedang berkomunikasi perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di acara Bojonegoro Career Expo 2024 di Gedung Islamic Centre kemarin (4/12). (AHMAD NAWAF TIMYAT

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro mencatat sebanyak 2.383 pencari kerja (pencaker) di 2025, terbanyak dari Kecamatan Kota.

Angka ini meningkat dibanding 2024, yakni sejumlah 1.739 pencaker. Kepala Seksi (Seksi) Penempatan Kerja, Perluasan Kesempatan Kerja, dan Transmigrasi Dinperinaker Bojonegoro Agoestin Faridijani menyampaikan, berdasar rekapitulasi AK-1 atau kartu kuning sebanyak 2.383 pencaker.

Delapan kecamatan terbanyak AK-1 meliputi Kecamatan Kota sejumlah 247 pencaker; Kecamatan Purwosari sebanyak 168 pencaker; Kecamatan Dander tercatat 154 pencaker; Kecamatan Padangan terdata 146 pencaker; dan Kecamatan Gayam sebanyak 139 pencaker.

Disusul Kecamatan Kedungadem sebanyak 135 pencaker; Kecamatan Ngraho tercatat 104 pencaker; dan Kecamatan Baureno 103 pencaker.

Sementara, kecamatan lainnya jumlah pencaker di bawah 100 orang, mulai sepuluh pencaker dari Kecamatan Sekar sampai 92 pencaker di Kecamatan Balen dan Kepohbaru.

Sebelumnya, Ida sapaannya mengatakan, jumlah pencaker fluktuatif setiapp tahunnya. Sebab, jumlah lulusan tidak sama.

Sementara, untuk mengakomodir para pencaker, pihaknya melanjutkan, dilakukan sejumlah pelatihan. ‘’Pelatihan berbasis kompetensi. Misal operator forklift dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja),” imbuhnya.

Nikmah warga Kecamatan Dander mengaku tengah mencari kerja, pascakeluar dari tempat kerja lama. Menurutnya, Ak-1 tak selalu digunakan.

Hanya pernah mengajukan beberapa tahun lalu. ‘’Karena menyesuaikan lowongan kerjanya ya, butuh atau tidak. Kalau tidak harus ya tidak buat (AK-1, red),” katanya. (yna/msu)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#lowongan kerja #job fair #dinperinaker bojonegoro #forklift #pencaker #AK1