RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kecamatan Sumberrejo merupakan salah satu kecamatan terbesar dan teramai di Kabupaten Bojonegoro. Diapit oleh Kecamatan Baureno, Kanor, Balen, Kedungadem, dan Kepohbaru. Lokasinya yang strategis berada di jalur Bojonegoro–Surabaya dengan komposisi 26 desa membuat daerah ini ramai dikunjungi. Bukan hanya orang lokal, tetapi juga dari luar Bojonegoro. Selain itu, adanya pasar, rumah sakit, stasiun, perbankan, pabrik, dan perkantoran lainnya membuat Sumberrejo menjadi semakin ramai.
Ibarat peribahasa ada gula ada semut, tentu keberagaman di Kecamatan Sumberrejo membuat tumbuhnya UMKM semakin marak. Hal ini selaras dengan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Bojonegoro yang terus meningkat setiap tahunnya. UMKM di Sumberrejo cukup bervariasi, seperti kuliner, fashion, jasa, pertanian, agribisnis, industri pengolahan, perdagangan, serta industri kreatif lainnya.
Dari banyaknya UMKM di Sumberrejo, kuliner merupakan jenis UMKM yang paling mendominasi sehingga memberikan banyak pilihan bagi masyarakat yang berkunjung ke Sumberrejo.
Dalam rangka untuk mendukung UMKM lokal, Kecamatan Sumberrejo memiliki Inovasi KUNANGREJO (KULINER NANG SUMBERREJO). Melalui KUNANGREJO ini, Kecamatan Sumberrejo mengajak masyarakat untuk datang dan menikmati kuliner di 26 desa di Kecamatan Sumberrejo. Tidak main-main, untuk memberikan ulasan lengkap dan menjaga kualitasnya, Kecamatan Sumberrejo bersama instansi terkait turun langsung untuk melakukan monitoring lapangan secara langsung terhadap kondisi lapangan penjual ataupun fasilitas yang digunakan untuk berjualan. Tentunya hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa wisata kuliner beroperasi sesuai standar yang ditentukan sehingga pembeli merasa nyaman. Secara otomatis, kalau nyaman, higienis, dan sesuai standar, pasti tidak akan ragu untuk datang kembali.
Kuliner yang hadir di Sumberrejo di antaranya adalah Warung Makan Bu Suwarni (Pasar Sumberrejo), Pondok Ikan Bakar Apor (Penceng, Sumuragung), Warung Makan Sor Asem (Pejambon), Pujasera Ndayohan (Desa Prayungan), Warung Mareq/Yayuk (Desa Sumuragung), Warung D'clasic/Shofiatun (Desa Sumberrejo), Warung Bolodeso (Desa Kedungrejo), Warung Pecel/Mbak War (Desa Prayungan, Halaman Masjid Hidayaturrohman), Warung Kare Mak Tam (Desa Mejuwet), Warung Lontong Sayur, Tahu Pecel Lodeh Ibu Ghoriah (Desa Mlinjeng), Warung Sate dan Gule 99 (Desa Talun), dan masih banyak lagi yang tersebar di Kecamatan Sumberrejo.
Inovasi "KUNANGREJO" selain memperkenalkan kuliner, juga untuk menjaga: kualitas produk, makanan dan minuman, kebersihan area makan. Penataan tata letak para pedagang dilakukan dengan melihat kerapian tata letak stan para pedagang agar lahan yang telah disediakan dapat digunakan dengan efektif dan tidak ada salah paham antar pedagang.
KUNANGREJO (Kuliner Nang Sumberrejo) juga melibatkan pemerintah desa se-Kecamatan Sumberrejo sebagai pembina. Pemerintah desa dapat berperan aktif dalam menyediakan tempat, fasilitas, dan kegiatan promosi. Pemerintah desa dapat mengidentifikasi jenis-jenis kuliner khas daerah yang potensial untuk dikembangkan sebagai daya tarik pada wisata kuliner. Selain itu, pemerintah desa juga dapat mendorong masyarakatnya untuk membuka usaha kuliner agar dapat membantu membuka lapangan usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal. (*)
Editor : M. Nurkhozim