RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Memasuki September tahun ini, realisasi bantuan sosial (bansos) baru sekitar 29,57 persen. Harus segera dilakukan percepatan, sebab menyangkut hajat hidup orang banyak dan kemiskinan.
"BPNTD (bantuan pangan nontunai daerah) belum terealisasi," kata Plt Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo dalam rapat kerja bersama Komisi C DPRD Bojonegoro kemarin (8/9).
Dia melanjutkan, belum adanya realisasi karena menunggu penyaluran BPNT dari pusat. Karena tidak boleh tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Sedangkan, realisasi bansos lainnya seperti korban tindak kekerasan, eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), lansia sebatang kara, stunting, hingga keluarga anak telantar juga belum 100 persen.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menjelaskan, berdasar rapat kerja dilakukan bersama dinsos hingga badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) realisasi bansos masih minim, di angka 29,57 persen atau Rp 28,6 miliar.
Dari total pagu sekitar Rp 104 miliar di perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD). "Sebelumnya di induk Rp 96,7 miliar," jelas Pri, sapaan akrabnya.
Dia menegaskan, realisasi bansos harus segera dilakukan percepatan. Sebab, angka kemiskinan masih tinggi dan menyangkut hajat orang banyak. Disampaikan di angka 11,69 persen.
Kemudian, pemerintah kabupaten (pemkab) tidak boleh hanya berkutat di masalah yang sama, misal perkara administrasi. Menurutnya, rakyat sedang menunggu, terlebih dalam situasi ekonomi saat ini.
Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro itu menambahkan, rekomendasi selanjutnya ada pembahasan lebih lanjut dengan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK). Target bulan depan.
"Ketiga, Komisi C meminta dalam pelaksanaan 14 program bansos ini diberi informasi. Jadi, ada pengawasan apakah tepat sasaran atau tidak," tandasnya.
Dia menambahkan, masih ada bansos belum realisasi. Di antaranya BPNTD karena menunggu realisasi BPNT pusat. Kemudian, bansos kemiskinan yang juga belum dilakukan.
Baca Juga: Jangan Lupa Ambil Bansos PKH dan BPNT 2025! Simak Cara Untuk Cek Penerimaan Bansos di Sini
"Fokus kami bansos kemiskinan, ini belum dilakukan. Belum terealisasi padahal rakyat sangat butuh. Ini harus segera," ujar Pri. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana