RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tugu menjulang tinggi di simpang tiga Desa Klino, Kecamatan Sekar. Desa ini berada di puncak Gunung Kendeng atau Gunung Pandan dengan ketinggian sekitar 897 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Desa ini memiliki banyak sumber mata air dan potensi wisata alam yang memanjakan mata. ‘’Tugu itu sudah berubah,’’ kata Gumini, salah satu warga Desa Klino, Kecamatan Sekar.
Menurut dia, tugu itu dibangun sekitar 1970, saat itu desa mengikuti lomba tingkat provinsi, dan ditetapkan sebagai juara dua tingkat Jawa Timur. Di bagian bawah tugu tertulis Pantja Karya dan Pantja Marga.
Saat awal pendirian, tugu itu menjadi jujukan wisatawan dan warga lokal, karena ada air mancur dan ada kolam di sekitar tugu. Namun, sekarang dibangun, dengan diganti taman.
‘’Dulu ada kolamnya, bagus. Banyak anak-anak yang main, sekarang diganti taman,’’ jelasnya.
Menurut salah satu pengamat sejarah Bojonegoro Muhammad Andrea, di puncak Gunung Kendeng, atau warga setempat menyebutnya di Gunung Pandan, menyimpan banyak potensi alam.
Sehingga, potensi wisatanya cukup tinggi. Tergantung manajemen pengelolaannya. ‘’Di Desa Klino masih banyak sumber mata air yang aktif,’’ katanya.
Selain itu, potensi buah di lokasi tersebut juga tinggi, hampir semua jenis tanaman buah bisa hidup dan berbuah. Bahkan, warga yang menanam kopi, alpukat, klengkeng, bahkan durian.
‘’Kalau pemerintah dan masyarakat bisa satu misi pengembangan wisata, saya yakin bisa,’’ tandasnya. (yna/msu)
Editor : Muhammad Suaeb