Naik dibanding ADD 2022 sebanyak Rp 298 miliar. ADD tertinggi tahun ini diterima Pemerintah Desa Gayam Rp 2,9 miliar. ADD terendah diterima Desa Rendeng, Kecamatan Malo, yakni Rp 808 juta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Machmuddin mengatakan, pencairan ADD tiga tahap. Tahap satu sekitar 50 persen, dan sudah cair semua desa. Tahap dua dan tiga masing-masing 25 persen, cair sekitar Agustus dan November. ‘’Cepat atau lambatnya pencairan tergantung pengajuan masing-masing desa,’’ ujarnya.
Dia menambahkan, pengajuan ADD ini masih menggunakan hard copy. Jadi, dari pemdes mengajukan ke kecamatan. Lalu, diverifikasi, baru diteruskan ke dinas PMD. ‘’Selain digunakan pembayaran penghasilan tetap (siltap) dan tunjangan, ADD bisa digunakan pembangunan fisik,’’ jelasnya.
Berdasar Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 5 Tahun 2023, terdapat 11 program prioritas tambahan bersumber dari ADD. Meliputi, kantor desa, posyandu/polindes/ poskendes, jalan lingkungan dan desa, jembatan, dan prasarana jalan. Selanjutnya, terkait balai desa, air bersih, sanitasi, pembangunan atap lantai dinding (aladin), penghijauan dan pembuatan bibit, serta terkait kepemudaan dan olah raga.
Adapun, dana desa (DD) Desa Gayam juga cukup besar. Berdasar data, Desa Gayam menerima DD sekitar Rp 1 miliar.
Kepala Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Yuntik Rahayu mengatakan, ADD tahap satu sudah cair. Terkait penggunaan ADD, karena ada perubahan peralihan aset jalan poros paving diganti rigid beton oleh kabupaten. Rencananya paving dialihkan ke jalan lorong-lorong dusun dan fasilitas umum gedung karang taruna, jalan makam, hingga terkait olahraga.
‘’Dari Desa Mojodelik dicairkan tahap satu hanya siltap, tunjungan, dan honor. Peralihan aset menunggu perubahan anggaran pendapatan dan belanja desa (P-APBDes) dan pengerjaan jalan poros oleh dinas terkait,’’ bebernya. (ewi/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto