
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Setiap daerah selayaknya memiliki ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Misalnya perpustakaan dan taman atau ruang terbuka hijau (RTH). Warga bisa mengakses sarana dan prasarana (sarpras) pendukung kegiatan sosial dan ekonomi sekaligus sarana penelitian, pendidikan, dan penyuluhan seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2007.
Bojonegoro memiliki sejumlah titik RTH, salah satunya Taman Lokomotif. Ruang publik yang dibuka sejak 2020 lalu ini memiliki ikon utama berupa lokomotif tua peninggalan masa kolonial Belanda. Seiring berkembangnya waktu, taman berlokasi di Jalan Teuku Umar ini mulai dimanfatatkan untuk berdiskusi baik tentang kebijakan hingga mengulas beragam buku. Semangat baru pemuda pemudi menjaga nalar kritis.
‘’Saya setuju Taman Lokomotif ini sebagai tempat diskusi alternatif. Pernah ke taman ini untuk diskusi berbagai topik danbermain bersama teman,” ujar Tiara Az Jahra Nabila pelajar Institut Sains, Teknologi, dan Kesehatan (Istek) Insan Cendekia Husana (Icsada) Bojonegoro, Kamis (29/10).
Tiara mengaku, Taman Lokomotif merupakan tempat strategis dan terbuka, terlebih lokasi berada di tengah kota. Menurutnya, mau membeli jajan juga enak dan aman. Cari pertolongan jadi mudah jika ada yang mencurigakan atau mengganggu. ‘’Kalau untuk diskusi itu aman atau enggak tergantung topik. Tapi, kalau untuk jajan itu enak dekat dengan mana-mana,” tutur perempuan asal Kecamatan Soko, Tuban itu. (yna/msu)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




