Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

26 ODGJ Dipasung, 15 Sudah Dilepas, Dua Keluarga Menolak Direhab  

D
Penulis: Dewi Safitri❯
Ilustrasi ODGJ di Bojonegoro. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi ODGJ di Bojonegoro. (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Total terdapat sebanyak 26 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung di Bojonegoro. Dari jumlah tersebut, dilepaskan secara bertahap.

Namun, pelepasan serta perujukan dua ODGJ terkendala penolakan keluarga. Karena adanya keterbatasan fisik yang membuat tidak bisa berjalan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati membenarkan, dari total 26 ODGJ yang sebelumnya dipasung, sebanyak 15 orang telah telah dilepaskan dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349.

Proses pelepasan ODGJ dimulai pada Sabtu (24/10). Sebanyak 8 ODGJ terpasung dibebaskan dan dirujuk ke Yayasan Manfaat Barokah, Desa Prambatan, Kecamatan Balen.

Lembaga rehabilitasi berbasis pondok rehab jiwa di Bojonegoro. Kemudian, berlanjut dengan pembebasan dan perujukan 7 ODGJ pada Selasa (27/10) pada lokasi sama.

Advertisement

"Benar (dari total 26 ODGJ terpasung, 15 orang telah dilepaskan dalam rangka HJB ke-349)," imbuhnya.

Sisanya, kata dia, 11 ODGJ terpasung akan dilepaskan secara bertahap dan dirujuk di lokasi berbeda.Di antaranya, 4 ODGJ dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. Setelah itu, dikirim ke panti rehabilitas jiwa Sidoarjo oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Kemudian, 2 ODGJ dikirim ke Pak Purnomo, Kabupaten Lamongan, oleh keluarga; 2 ODGJ kakinya tidak bisa jalan, keluarga menolak untuk dikirim; 1 ODGJ sudah dikirim lagi ke Pondok Rehab Jiwa di Balen, Rabu (28/10); dan 2 ODGJ lainnya juga akan dikirim ke Pondok Rehab Jiwa di Balen hari ini (30/10).

"Jadi, total yang dikirim ke Pondok Rehab Jiwa, Balen, ada 18 ODGJ nantinya," terangnya.

Dengan terbebaskan dan dikirimnya sisa 11 ODGJ tersebut, lanjutnya, dapat dikatakan seluruh ODGJ terpasung di Bojonegoro akan dilepas dan dikirim ke tempat rehabilitasi semua. Kecuali, yang keluarganya menolak.

Advertisement
Editor : Hakam Alghivari
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pipit Anggraini Raih The Inspiring Women Radar Bojonegoro Award 2026, Dorong Bojonegoro Bebas Pasung

Pipit Anggraini Raih The Inspiring Women Radar Bojonegoro Award 2026, Dorong Bojonegoro Bebas Pasung

Kepedulian terhadap masyarakat terus diwujudkan Pipit Anggraini, S.E. melalui pendampingan terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), khususnya mereka yang masih mengalami pemasungan di Kabupaten Bojonegoro.

2.788 Warga Bojonegoro Stres, 270 ODGJ Sembuh, Dinkes Siapkan Rumah Sakit Khusus di Kalitidu

2.788 Warga Bojonegoro Stres, 270 ODGJ Sembuh, Dinkes Siapkan Rumah Sakit Khusus di Kalitidu

Kepala Dinkes Bojonegoro Ninik Susmiati memaparkan, terdata sebanyak 2.788 ODGJ. 18 jiwa di antaranya dipasung, beragam upaya dalam telah dilakukan untuk menyembuhkan dan merehabilitasi ribuan ODGJ tersebut.

Doktrin Samin Surosentiko dan Rencana 'Pemberontakan' Kaum Tani di Bojonegoro dan Blora 1907

Doktrin Samin Surosentiko dan Rencana 'Pemberontakan' Kaum Tani di Bojonegoro dan Blora 1907

Surontiko alias Samin, berusia 48 tahun, petani, dari dusun Plosowetan, desa Kediren (distrik Randublatung)

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer