Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Bojonegoro Siapkan Program di Tiga Dimensi IPM, Tahun Ini Pasang Target IPM 74,21

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯

AKSES BEASISWA: Mahasiswa penerima beasiswa sedang mengurus administrasi. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
AKSES BEASISWA: Mahasiswa penerima beasiswa sedang mengurus administrasi. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)


Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Momentum Kepemimpinan Satu Tahun Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro berlangsung, Jumat (20/2). Namun, masih banyak pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah kabupaten (pemkab) ke depan. Termasuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) dan menurunkan angka kemiskinan.

IPM tahun ini di RPJMD ditargetkan naik menjadi 74,21. Atau naik 0,47 dari tahun lalu yang mecapai 73,74. Meski 2025 lalu kenaikan IPM di Bojonegoro menjadi tertinggi di Jatim namun belum mampu mendongkrak dari peringkat ke-25 se-Jatim.

Advertisement

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan mengatakan target IPM 2026 berdasar RPJMD sebesar 74,21, sedangkan di 2027 sebesar 74,88. Sementara, capaian IPM di 2025 lalu 73,74 atau melebihi target RPJMD sebesar 73,54.

Gunawan mengaku, untuk mencapai target IPM sesuai RPJMD, pemkab melakukan upaya melalui beberapa program. Terutama di tiga dimensi pembentuk IPM, yaitu pendidikan, kesehatan, serta ekonomi.

‘’Upaya yang dilakukan oleh Pemkab untuk mencapai target IPM, melalui beberapa program prioritas,” ungkapnya.

Advertisement

Menurut Gunawan, tahun ini di bidang pendidikan ada program beasiswa pendidikan tinggi yang teridri atas lima jenis, yaitu tugas akhir, scientist, 10 sarjana satu desa, beasiswa miskin dan beasiswa pondok pesantren. Juga terdapat bosda, serta perbaikan sarpras pendidikan.

‘’GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) dalam pembelajaran matematika, gerakan pengurangan anak tidak sekolah, serta Siswa Top (satu siswa satu laptop),” jelasnya. Selain itu, di bidang kesehatan ada program UHC, peningkatan layanan kesehatan di beberapa fasilitas kesehatan termasuk puskesmas, Wasiat (WhatsApp integrasi antrian rumah sakit), Satelit (saluran telemedicine Puskesmas Terintegrasi), balita bermasalah gizi, maupun program pemberian makanan tambahan (PMT) ibu hamil dan menyusui.

Sementara, untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui program Gayatri, Domba Kesejahteraan, Kolega, UMKM naik kelas, subsidi bunga pinjaman, pasar murah, pameran dagang, bimtek pemberdayaan UMKM, stimulan BUMDes, bantuan bibit pertanian, pelatihan pekarangan mekar ayu, dan pelatihan olahan non beras.

Gunawan menambahkan, program-program yang dilaksanakan untuk mendorong peningkatan IPM juga bekorelasi dengan penurunan angka kemiskinan.

Target penurunan angka kemiskinan di 2026 berdasar RPJMD sebesar 10,55 persen. Sehingga, dibandingkan tahun lalu yang sebesar 11,49 persen, penurunan ditarget 0,94 persen. Namun, angka kemiskinan 2025 belum mencapai target di RPJMD sebesar 10,95 persen. (irv/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Intip Teknologi di Balik Minuman Sehat, Mahasiswa Kimia Unigoro Sambangi PT Amerta Indah Otsuka

Intip Teknologi di Balik Minuman Sehat, Mahasiswa Kimia Unigoro Sambangi PT Amerta Indah Otsuka

Dosen dan mahasiswa Prodi Kimia Universitas Bojonegoro (Unigoro) melaksanakan kunjungan industri di PT Amerta Indah Otsuka Pasuruan, pada 30 Oktober 2026.

Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Peringatan Sumpah Pemuda 2026, Suarakan Lima Tuntutan

Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa di Peringatan Sumpah Pemuda 2026, Suarakan Lima Tuntutan

Di Jakarta, ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Jalan MH Thamrin untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah serta menuntut perubahan di sejumlah sektor.

Tim Mahardina Teknik Sipil Unigoro Raih Juara II Kompetisi Jembatan Balsa Nasional

Tim Mahardina Teknik Sipil Unigoro Raih Juara II Kompetisi Jembatan Balsa Nasional

Jembatan balsa seberat 70,1 gram karya Ahmad Dani Setiya Pratama dan Nadhifa Eka Pranida dinobatkan sebagai juara kedua dalam kompetisi tersebut.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer