Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kasus PMK Merebak Kembali di Bojonegoro: Dua Sapi Mati di Dolokgede, Sepuluh Sapi Sudah Terpapar

D
BIO SECURITY: Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo menerapkan bio security untuk menekan penyebaran virus PMK.
BIO SECURITY: Kelompok Tani Ternak Ustan Mandiri di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo menerapkan bio security untuk menekan penyebaran virus PMK.

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali menghantui peternak sapi di Kabupaten Bojonegoro. Sabtu (31/1) dini hari, seekor sapi jenis limosin milik Kadi, warga RT 01/02 Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, ditemukan mati. Ternak tersebut terindikasi terpapar virus PMK di awal tahun ini.

Kelompok Tani Ternak (KTT) Ustan Mandiri mencatat, dari total 66 ekor sapi yang tersebar di 15 RT di Desa Dolokgede, dua ekor di antaranya telah mati. Selain sapi milik Kadi di RT 01, satu ekor lainnya milik Ramelan di RT 11.

Data terbaru menunjukkan, masih terdapat 10 ekor sapi yang terpapar PMK. “Merebak mulai awal tahun ini,” terang Pembina KTT Ustan Mandiri Muhammad Ali. Menyikapi situasi tersebut, pihak KTT menerapkan bio security atau isolasi ternak secara ketat guna menekan penyebaran virus agar tidak semakin meluas.

Advertisement

“Pintu masuk area kandang telah ditutup dan terkunci agar tidak sembarangan bisa masuk,” terang Pembina KTT yang berdiri sejak 2012 itu. Selain pembatasan akses kandang, upaya pencegahan juga dilakukan melalui pemberian vitamin ternak, dan penyemprotan disinfektan secara rutin dua kali dalam sepekan.

“Harapannya, peternak saat ini butuh vitamin yang sangat mendesak, soalnya kondisi di lapangan banyak sapi sudah terindikasi PMK,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Disnakkan Bojonegoro Fajar Dwi Nurrizki membenarkan, bahwa kembali merebaknya virus PMK. "Nggih, di lapangan sudah dilakukan penanganan oleh teman-teman bidang kesehatan hewan," terangnya kemarin (1/2). (dan/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KTT Srono Makmur Juara II Tingkat Jatim: Kembangkan Peternakan Terpadu dengan Potensi Lokal

KTT Srono Makmur Juara II Tingkat Jatim: Kembangkan Peternakan Terpadu dengan Potensi Lokal

Dari potensi lokal, tumbuh kemandirian. Melalui inovasi dan kerja konsisten, KTT Srono Makmur membuktikan bahwa usaha yang tekun mampu mengantarkan pada prestasi membanggakan.

Tips Mengatasi Gurem pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Tahu Agar Produksi Telur Tetap Optimal

Tips Mengatasi Gurem pada Ayam Petelur, Peternak Wajib Tahu Agar Produksi Telur Tetap Optimal

Gurem menjadi salah satu masalah yang cukup mengganggu dalam pemeliharaan ayam petelur. Parasit kecil yang hidup di sekitar tubuh dan kandang ayam ini dapat menyebabkan ayam merasa gatal, gelisah,

Peternak Ayam Pemula Merapat ! Inilah 5 Jenis Ayam Petelur yang Cocok Kamu Budidaya

Peternak Ayam Pemula Merapat ! Inilah 5 Jenis Ayam Petelur yang Cocok Kamu Budidaya

Budidaya ayam petelur bisa menjadi salah satu pilihan usaha bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis peternakan dari skala kecil. Permintaan telur yang cukup luas membuat usaha ini menarik untuk dikembangkan,

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer