Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Gabah Bojonegoro Bakal Anjlok

M
Penulis: M. Nurkhozim❯
PANEN PADI: Petani sedang memanen padi, Pemkab Bojonegoro menargetkan tahun depan produksi tertinggi ke dua se jatim
PANEN PADI: Petani sedang memanen padi, Pemkab Bojonegoro menargetkan tahun depan produksi tertinggi ke dua se jatim

Bojonegoro telah menjadi daerah penghasil gabah terbesar di Jawa Timur sejak November 2025. Status tersebut masih bertahan hingga saat ini. Apakah pada 2026 Bojonegoro masih mampu mempertahankan posisi puncak atau justru menyalip Lamongan menjadi nomor satu. Waktu yang akan menjawabnya.


Advertisement

Dalam tulisan ini, saya tidak ingin membahas panjang lebar soal capaian produksi tersebut. Fokus utama justru pada persoalan mendasar dalam pertanian padi, khususnya yang kerap berulang setiap musim panen.

Dalam satu hingga dua bulan ke depan, Bojonegoro dan daerah sekitarnya akan memasuki masa panen raya padi. Hampir dapat dipastikan petani di seluruh Jawa Timur akan panen pada waktu yang bersamaan. Hal ini disebabkan oleh masa tanam yang relatif serentak, sehingga masa panennya pun datang bersamaan.

Panen serentak inilah yang disebut panen raya. Saat semua petani memanen pada waktu yang sama, satu hukum ekonomi tak terelakkan berlaku: supply and demand. Ketika pasokan melimpah, sementara permintaan tidak mengalami peningkatan signifikan, harga komoditas hampir pasti akan turun.

Advertisement

Kondisi ini kerap terjadi saat panen raya. Harga gabah nyaris selalu jatuh, bahkan sering kali berada jauh di bawah Harga Pokok Pembelian (HPP) pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Bagi petani, situasi ini tentu menyedihkan. Namun, mereka tidak memiliki banyak pilihan. Harga gabah sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar. Mau tidak mau, hasil panen harus dijual dengan harga yang berlaku saat itu.

Apakah persoalan ini tidak memiliki solusi? Tentu ada.

Pertama, saat panen raya petani seharusnya tidak menjual seluruh gabah hasil panennya. Gabah dapat dikeringkan dan disimpan dengan baik di lumbung atau gudang. Ketika harga kembali normal, gabah tersebut dapat dijual dengan harga yang lebih menguntungkan. Bahkan, jika dijual pada musim kemarau, harganya hampir dipastikan akan lebih tinggi.

Advertisement

Kedua, peningkatan kualitas gabah menjadi keharusan. Bojonegoro memang menjadi salah satu penghasil gabah terbesar di Jawa Timur. Namun, dari sisi kualitas, gabah Bojonegoro masih kalah dibandingkan Tuban.
“Beras Tuban kualitasnya jauh di atas Bojonegoro,” ujar Pimpinan Cabang Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja.
Menurutnya, kualitas gabah yang baik membuat harga di Tuban relatif stabil dan tidak pernah jatuh meskipun pasokan melimpah saat panen raya.

Ketiga, menghindari panen raya dengan menerapkan pola panen bertahap. Panen padi yang dilakukan secara bergiliran dapat mencegah lonjakan pasokan dalam waktu singkat. Data tahun lalu menunjukkan, produksi padi pada Januari hanya sekitar 30 ribu ton, Februari meningkat menjadi 50 ribu ton, lalu melonjak tajam pada Maret hingga mencapai 320 ribu ton. Lonjakan drastis inilah yang langsung mengguncang pasar dan menyebabkan harga gabah anjlok.

Dengan pola panen yang lebih terencana dan bertahap, tekanan terhadap harga dapat dikurangi. Petani pun memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh harga gabah yang layak.

Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras. Bojonegoro pun telah berkontribusi besar melalui peningkatan produksi gabah. Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga, salah satunya dengan melindungi harga gabah agar tidak terus-menerus terpuruk setiap kali panen raya tiba. (NURKOZIM)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bulog  Bojonegoro Serap Beras 84 Ribu Ton

Bulog Bojonegoro Serap Beras 84 Ribu Ton

Pengadaan beras nasional disebut melampaui target. Berdasar data bulog, realisasi pengadaan mencapai 84,9 ribu ton setara beras atau 104,65 persen dari target 81,2 ribu ton per Kamis (8/10) lalu.

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Harga Beras Tembus Rp 15 Ribu, Bulog Klaim Siapkan 200 Ton

Uang belanja ibu rumah tangga harus ditambah. Harga beras di pasaran tembus Rp 15.500 per kilogram (Kg), dari sebelumnya Rp 12.000 per kg.

Stok Beras Bulog Bojonegoro Tercatat 75 Ribu Ton

Stok Beras Bulog Bojonegoro Tercatat 75 Ribu Ton

Harga beras di pasaran masih di angka Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram (kg), sebagian warga mengeluhkan harga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer