Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tersisa 210 Naker di Lapangan JTB, Disperinaker Bojonegoro Gencarkan Pelatihan

D
Penulis: Dewi Safitri❯
PRODUKSI GAS: Produksi gas dari Lapangan JTB tembus 192 juta MMSCFD pada Mei ini. Ditargetkan memenuhi kebutuhan gas di Jatim dan Jateng.
PRODUKSI GAS: Produksi gas dari Lapangan JTB tembus 192 juta MMSCFD pada Mei ini. Ditargetkan memenuhi kebutuhan gas di Jatim dan Jateng.

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jumlah tenaga kerja (naker) di PT Pertamina EP Cepu wilayah kerja field Jambaran Tiung Biru (JTB) terus berkurang. Seiring dengan selesainya proyek konstruksi di perusahaan migas yang terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem tersebut pada 2023 lalu. Kini, di JTB sudah fase produksi.

Sehingga, saat ini, hanya tersisa 210 naker di JTB. Meliputi, 124 naker lokal dan 86 naker non lokal. Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Rafiudin Fatoni menyampaikan, hingga November 2025 tersisa 210 naker di JTB.

Terdiri atas 124 naker lokal dan 86 non lokal. Dibanding Juli 2025 lalu, jumlah tersebut sudah mengalami penurunan. Yakni, dari 220 naker, meliputi 120 naker lokal dan 100 non lokal per Juli. Menurun menjadi 210 naker hingga saat ini.

Advertisement

"Data itu update per November tahun ini. Terakhir laporan kami terima pada Juli 2025 lalu," terangnya. Melihat terus berkurangnya jumlah naker di wilayah operasi JTB, ia menyampaikan, bahwa disperinaker berupaya memberikan fasilitas pelatihan agar para korban pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa mendapat keahlian sebagai bekal untuk mendapat pekerjaan baru.

"Dari Disperinaker terus berupaya membuat pelatihan agar para naker dari JTB bisa mendapat keahlian dan memperoleh pekerjaan baru," lanjutnya. Menurut Fatoni, pengurangan jumlah naker di JTB ini terjadi sejak pekerjaan proyek selesai pada 2023 lalu.

Habisnya kontrak sejumlah perusahaan di JTB membuat pengurangan naker terus terjadi. Saat ini, hanya pekerja yang memiliki keahlian sesuai bidangnya saja yang masih aktif bekerja. "Itu juga mengalami pengurangan karena perusahaan yang aktif di JTB kehabisan kontrak," lanjutnya. (ewi/bgs)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mesin PEPC JTB Field Diganti, Setelah Beroperasi 32.000 Jam

Mesin PEPC JTB Field Diganti, Setelah Beroperasi 32.000 Jam

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) berhasil merampungkan kegiatan partial shutdown di fasilitas Gas Processing Facility (GPF) Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) dengan capaian lebih cepat dari target yang telah disetujui SKK Migas.

Dedikasi Tanpa Kompromi, Melangkah Bersama 70 Juta Jam Kerja Selamat Lapangan Gas JTB

Dedikasi Tanpa Kompromi, Melangkah Bersama 70 Juta Jam Kerja Selamat Lapangan Gas JTB

 Keberlanjutan pasokan energi nasional tidak hanya diukur dari besarnya volume produksi, tetapi juga dari komitmen tertinggi terhadap keselamatan kerja.

Menguatkan dan Menggerakkan Ekonomi, Komut dan Manajemen PEPC Turun Temui Warga

Menguatkan dan Menggerakkan Ekonomi, Komut dan Manajemen PEPC Turun Temui Warga

General Manager PEPC, Afwan Daroni, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pemerintah desa.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer