RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Permasalahan kondisi jalan di Kabupaten Blora selalu jadi momok. Kota dengan APBD rendah itu, tak mampu merampungkan permasalahan tersebut.
Warga Blora bagian Kota pun muak dengan kondisi tersebut. Akhirnya, melakukan protes dengan mencoret “Dalane Bosok (Jalannya Busuk)” di titik-titik jalan rusak itu.
Salah satu titiknya di Jalan Raya Blora - Randublatung. Tepatnya, di Kaliwangan. Seorang warga menulis coretan menggunakan cat semprot dengan kalimat penuh kekesalan terhadap kondisi jalan tersebut.
Namun, Jawa Pos Radar Bojonegoro masih belum mengetahui siapa yang membuat coretan itu.
Salah satu warga setempat, Alip akui, memang kondisi jalan tersebut membahayakan. Terlebih saat hujan.
“Itu biasanya bikin laka. Karena kegenang air gak keliatan. Gak hujan pun juga bahaya. Udah sering banget bikin laka,” ujar pria yang rumahnya tak jauh dari titik tersebut.
Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora mencatat, tingkat kemantapan jalan kabupaten baru menyentuh 69 persen.
Artinya, masih ada 31 persen atau sekitar 270 kilometer ruas jalan dalam kondisi rusak, dari kategori ringan hingga berat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUPR Blora Nizamudin Al Huda tak menampik angka tersebut. Sisanya, masih butuh sentuhan alat berat dan aspal panas.
“Jalan yang bagus secara keseluruhan mencapai 69 persen,” ujarnya. Padahal, tahun 2025 lalu infrastruktur jalan menjadi primadona anggaran.
Sekitar Rp 300 miliar digelontorkan untuk membenahi ruas-ruas jalan prioritas. Sumbernya tak main-main: Dana Alokasi Umum (DAU), pinjaman daerah, hingga bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Tengah.
“Tahun 2025 kemarin, anggaran paling banyak kita gunakan untuk pembangunan jalan. Kurang lebih Rp 300 miliar, bersumber dari DAU, pinjaman daerah, dan bantuan keuangan provinsi,” terang Huda. (hul/bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko