Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Blora Bidik Pasar Ekspor

Farhan Reza Ardiansyah
POTENSIAL: Bupati Blora Arief menjajaki peluang agar potensi pangan Blora bisa menembus pasar lebih luas. (IST./RDR.BJN)
POTENSIAL: Bupati Blora Arief menjajaki peluang agar potensi pangan Blora bisa menembus pasar lebih luas. (IST./RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Potensi pangan Blora mulai dibidik untuk menembus pasar yang lebih luas. Tak sekadar memenuhi kebutuhan lokal, komoditas seperti beras dan sapi potong diarahkan masuk pasar premium hingga ekspor. Peluang tersebut dijajaki Bupati Blora Arief Rohman dalam kunjungannya ke kantor BUMN Holding Pangan ID FOOD di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Arief menawarkan sejumlah potensi daerah yang dinilai masih bisa dikembangkan.

“Blora salah satu daerah penghasil padi terbesar. Selain itu, di sektor peternakan juga luar biasa. Kami ingin mengoptimalkan potensi-potensi yang ada dan menggali potensi daerah di sektor lain,” ujar Arief.

Salah satu yang ditawarkan ialah beras organik. Pemkab Blora saat ini tengah mendorong pengembangan komoditas tersebut agar tidak berhenti sebagai produk pertanian biasa, tetapi masuk segmen pasar dengan nilai jual lebih tinggi. mSektor peternakan juga menjadi incaran. Blora memiliki populasi sapi potong yang besar di Jawa Tengah. Perdagangan ternak di daerah ini pun tergolong ramai.

Advertisement

“Pasar hewan di Blora buka setiap pasaran Pon atau lima hari sekali. Nilai transaksi dalam satu kali pasaran mencapai miliaran. Ini juga menjadi salah satu potensi yang perlu dikembangkan,” katanya.

Arief menginginkan kerja sama dengan ID FOOD memberikan efek langsung terhadap nilai ekonomi komoditas daerah. Terutama dengan membuka akses ke pasar premium dan ekspor.

Advertisement

“Yang pasti di kelas premium, orientasinya nanti sampai ekspor. Sehingga dari sisi penghasilan, para petani ini bisa bertambah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo menyebut pihaknya sudah mengambil produk dari Blora meski skalanya masih terbatas. Kedepan, komoditas yang diserap berpeluang diperluas.

“Sebenarnya kami juga sudah kerja sama dengan Pemkab Blora. Meskipun masih skala kecil, sudah ada produk dari Blora yang kami ambil. Kedepan tidak hanya beras,” ujarnya.

Menurut Ghimoyo, potensi sapi Blora juga menarik untuk masuk dalam rantai pasok ID FOOD.

“Blora juga salah satu penghasil sapi terbesar di Jawa Tengah. Jadi daging sapi ini juga kita masuk. Apa yang bisa kita sinergikan dengan Pemkab Blora,” katanya. (hul/ind)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dapat Anggaran P-APBD 2026 Rp 100 Juta, Duta Wisata Blora Kembali Digelar

Dapat Anggaran P-APBD 2026 Rp 100 Juta, Duta Wisata Blora Kembali Digelar

Sempat ditiadakan karena efisiensi anggaran, pemilihan Duta Wisata  Blora kembali digelar tahun ini. Namun, kembalinya ajang tersebut dibarengi alokasi anggaran lebih dari Rp100 juta melalui APBD Perubahan 2026.

BPD Sekabupaten Blora Didorong Lebih Aktif

BPD Sekabupaten Blora Didorong Lebih Aktif

Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, BPD memiliki peran strategis dalam mengawasi pembangunan desa. Karena itu, BPD dan pemdes harus bersinergi dalam menjalankan program pembangunan. Blora ada 271 Desa sekabupaten Blora

Terdampak Efisiensi, Proyek Bendungan Cabean Mundur Dua Tahun

Terdampak Efisiensi, Proyek Bendungan Cabean Mundur Dua Tahun

Pembangunan Bendungan Cabean di Kabupaten Blora diproyeksikan rampung pada 2028, mundur dari target awal Desember 2026. Penyesuaian jadwal tersebut dipicu efisiensi anggaran yang berdampak pada alokasi pembiayaan proyek.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer