Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebanyak 26 ASN Blora Ajukan Perceraian, Didominasi Guru PPPK

A
Penulis: Achmad Syaeroyzi❯
MELALUI SEJUMLAH TAHAPAN: Jumlah ASN yang mengajukan perceraian tahun ini didominasi guru PPPK. (IST./RDR.BJN)
MELALUI SEJUMLAH TAHAPAN: Jumlah ASN yang mengajukan perceraian tahun ini didominasi guru PPPK. (IST./RDR.BJN)

Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebanyak 26 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Blora telah mengajukan perceraian sepanjang 2026. Dari jumlah tersebut, pengajuan didominasi ASN dari kalangan guru, khususnya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Subkoordinator Pembinaan Pegawai dan Peraturan Perundang-undangan BKPSDM Blora Era Aromatica Kusumadewi mengatakan, hingga bulan ini sudah ada 26 permohonan izin cerai. Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah perceraian ASN mencapai 35 kasus.

“Biasanya peningkatan terjadi pada Desember,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Era, proses pengajuan perceraian bagi ASN harus melalui sejumlah tahapan. Misalnya bagi seorang guru, persoalan rumah tangga terlebih dahulu dimediasi di sekolah, kemudian Dinas Pendidikan. Jika belum menemukan jalan keluar, proses dilanjutkan melalui Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4).

"Selanjutnya, pengajuan diteruskan ke BKPSDM untuk diproses sesuai ketentuan hingga masuk tahap sidang pemberian izin perceraian,"jelasnya.

Advertisement

Era mengungkapkan, mayoritas pengajuan perceraian dilakukan oleh ASN perempuan. Alasan yang disampaikan beragam, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pasangan yang terlibat judi online (judol), hingga tidak memberikan nafkah.

"Saat ini dari sektor pendidikan menjadi salah satu penyumbang pengajuan perceraian terbanyak. Sebagian besar berasal dari kalangan guru PPPK,"

Lebih lanjut, Era mengatakan, pihaknya juga terus melakukan pembinaan untuk mencegah persoalan rumah tangga ASN berujung pada perceraian. Pembinaan dilakukan sejak orientasi PPPK maupun secara rutin melalui organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kalau ada persoalan rumah tangga, kita carikan solusinya. Kalau memang sudah mentok, kita lanjutkan sesuai prosedur,” katanya.

Era berharap setiap persoalan rumah tangga ASN dapat diselesaikan dengan baik, terutama dengan mempertimbangkan kepentingan anak apabila pasangan tersebut telah memiliki buah hati.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka November 2026, PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu!

Pendaftaran CPNS Resmi Dibuka November 2026, PPPK Paruh Waktu Bakal Diangkat Penuh Waktu!

Siap-siap! Pendaftaran CPNS 2026 resmi dibuka November ini. Cek jadwal seleksi, syarat usia khusus jalur PNS, hingga kepastian nasib pengangkatan PPPK Paruh Waktu di sini!

Gerakan Sedekah Koin Umplung ASN Blora Tembus Rp 1 Miliar

Gerakan Sedekah Koin Umplung ASN Blora Tembus Rp 1 Miliar

Koin umplung yang dikumpulkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora tak sekadar recehan. Dari gerakan sedekah rutin itu, dana santunan anak yatim berhasil terkumpul hingga Rp 1 miliar.

Honor dari Kabupaten Tak Kunjung Cair, Guru Madin Tunggu Kejelasan Pencairan

Honor dari Kabupaten Tak Kunjung Cair, Guru Madin Tunggu Kejelasan Pencairan

Bantuan honor guru Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) dari Pemkab Blora tak kunjung cair. Padahal, bantuan serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah diterima.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer