Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengajuan Judicial Review DBH Migas Blora Tunggu Kesiapan Tim

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
Bupati Blora Arief Rohman (tengah) bersama tim hukumnya saat menjelaskan minimnya DBH Migas Blora, tahun lalu.
Bupati Blora Arief Rohman (tengah) bersama tim hukumnya saat menjelaskan minimnya DBH Migas Blora, tahun lalu.

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pengajuan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi terkait porsi dana bagi hasil (DBH) migas Kabupaten Blora masih menunggu kesiapan.

Ketua Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya masih menunggu kesiapan dari tim yang bakal maju ke MK. Ia mengaku, saat ini masih ada beberapa urusan lainnya yang perlu diselesaikan dulu.

‘’Rencananya Awal Tahun ini. Kendalanya hanya di pihak kami aja karena kesibukan-kesibukan yang cukup padat, lebih banyak konsentrasi klien yang sudah antri duluan,” ujarnya.

Advertisement

Disinggung terkait persiapan pemberkasan. Ia mengakui sudah dipersiapkan secara matang. ‘’Kalau berkas kami sudah super siap. Tinggal gas aja. MK bakal menerima dan kami optimis upaya mendapatkan porsi DBH migas yang layak untuk masyarakat Blora,” tegasnya.

Boyamin menjelaskan, Kabupaten Blora selama ini hanya mendapat DBH migas 3 persen dari daerah penghasil sesuai UU HKPD. Jumlah itu dianggap tidak adil. Sebab nominalnya jauh lebih kecil dibanding kabupaten lain yang jaraknya lebih jauh dan tak berdampak bagi kabupaten yang berstatus WKP itu.

‘’Wilayah Kerja Pertambangan (WKP, red) Blok Cepu di Blora saja sekitar 30 persen. Masa iya dapetnya cuman sedikit. Bahkan, setara dengan kabupaten yang berbatasan saja seperti Jombang. Kan aneh,” ujarnya.

Advertisement

Oleh sebab itu, pihaknya bergegas akan mengajukan JR ke MK dengan dua poin utama. ‘’Pertama itu soal WKP. DBH Blora sangat minim. Bahkan setara dengan Jombang. Padahal kami di dalam WKP lho harusnya lebih,” terangnya. ‘’Yang kedua, soal pemotongan TKD. Itu juga kami ajukan. Tetapi, yang utama yang WKP itu dulu,” sambungnya. (hul/ind)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Proyeksi DBH Migas Kabupaten Blora Tahun Depan Naik Rp 8 M

Proyeksi DBH Migas Kabupaten Blora Tahun Depan Naik Rp 8 M

Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) Kabupaten Blora diproyeksikan meningkat pada 2027. Alokasi DBH migas mencapai Rp71,4 miliar, naik dibandingkan target 2026 sebesar Rp63,4 miliar.

TKD 2027 Naik Jadi Rp 1,49 Triliun: DBH Justru Turun Tunggu Kepastian Pengalihan Gaji PPPK

TKD 2027 Naik Jadi Rp 1,49 Triliun: DBH Justru Turun Tunggu Kepastian Pengalihan Gaji PPPK

Transfer ke Daerah (TKD) Kabupaten Blora pada 2027 diproyeksikan mencapai Rp 1,49 triliun, naik sekitar Rp 8 miliar dibandingkan tahun ini. Namun, sejumlah komponen penerimaan justru mengalami penurunan.

 Pemkab Blora Masih Menyimpan Anggaran yang Belum Memiliki Pos Penggunaan Sebesar Rp 41 Miliar

Pemkab Blora Masih Menyimpan Anggaran yang Belum Memiliki Pos Penggunaan Sebesar Rp 41 Miliar

Di tengah ancaman kekeringan yang mulai meluas dan masih adanya pekerjaan rumah di sektor infrastruktur maupun layanan kesehatan, Pemkab Blora masih menyimpan anggaran yang belum memiliki pos penggunaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer