Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Insiden Kiper PSIR Tendang Pemain Persikaba: Manajemen Maafkan Kiper, tapi Lanjut ke Komdis

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
PELANGGARAN KERAS: Pemain Persikaba Blora terkapar usai dilanggar oleh pemain PSIR Rembang.
PELANGGARAN KERAS: Pemain Persikaba Blora terkapar usai dilanggar oleh pemain PSIR Rembang.

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Insiden keras terjadi dalam laga PSIR Rembang kontra Persikaba, Rabu Sore (21/1). Tepatnya menit ke-70, kiper PSIR Rembang Raihan Al Fariq melakukan pelanggaran berat dengan melakukan tendangan kungfu tepat di dada gelandang Persikaba Rizal Dimas Agesta.

Akibat insiden tersebut, Rizal Dimas langsung terkapar di lapangan dan harus dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi sementara menyebutkan, pemain Persikaba itu mengalami cedera cukup parah di bagian dada.

Kiper PSIR Rembang Raihan Al Fariq pun langsung memberikan klarifikasi melalui video unggahan di akun Instagram PSIR Rembang. “Saya meminta maaf dan mengakui dengan kesadaran penuh terhadap kesalahan fatal yang saya lakukan terhadap gelandang Persikaba,” ujarnya.

Advertisement

Seperti diketahui, ini bukan kali pertama aksi tendangan kungfu pemain di klub Liga 4. Sebelumnya terdapat pemain yang melakukan pelanngaran serupa dan dihukum berat. Asprov PSSI DIY secara resmi menjatuhkan hukuman tegas kepada pemain KAFI Jogja FC, Dwi Pilihanto Nugroho, yakni dikenai Pasal 48 juncto Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Selain didenda Rp 1 juta, Dwi Pilihanto juga dilarang beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Hukuman tegas itu akibat aksi berbahaya dalam pekan ke-6 Liga 4 Piala Gubernur DIY 2025/2026, antara KAFI Jogja melawan UAD FC di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1). Dwi Pilihanto terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyerupai tendangan kungfu yang mengenai kepala pemain UAD FC Yogyakarta Amirul, yang langsung terjatuh sambil memegangi kepalanya.

Sementara itu, walau kiper PSIR Rembang sudah meminta maaf, namun Manajer Persikaba Imroni mengecam keras tindakan tersebut. Ia menilai pelanggaran yang dilakukan kiper PSIR Rembang itu sudah melampaui batas permainan sepak bola.

Advertisement

“Kami maafkan. Tapi, untuk pelanggaran tersebut kami tetap lanjut ke Komdis (Komisi Disiplin, red). Supaya apa? ya Liga 4 biar gak kayak gini terus,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan keras di lapangan tidak boleh ditoleransi karena membahayakan keselamatan pemain. Ia berharap Komdis bersikap tegas demi menjaga sportivitas dan keamanan dalam kompetisi.

“Ini bukan lagi pelanggaran biasa. Kami minta Komdis mengusut tuntas kejadian ini dan memberikan sanksi berat kepada pihak PSIR Rembang,” tegasnya. (hul/ind)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian Inggris Selama 25 Tahun

Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian Inggris Selama 25 Tahun

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadikan Kane sebagai pemain Inggris pertama dalam 25 tahun terakhir yang memenangkan Ballon d'Or.

Bukan Sekadar Main Bola, Mini Soccer Jadi Ajang Nongkrong dan Bangun Pertemanan di Bojonegoro

Bukan Sekadar Main Bola, Mini Soccer Jadi Ajang Nongkrong dan Bangun Pertemanan di Bojonegoro

Di Bojonegoro, olahraga ini tidak hanya menjadi sarana untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berkembang menjadi ajang berkumpul, memperluas pertemanan, dan mempererat hubungan sosial.

Mengenal Mini Soccer, Ini Aturan Resmi Bermainnya Menurut Federasi di Indonesia

Mengenal Mini Soccer, Ini Aturan Resmi Bermainnya Menurut Federasi di Indonesia

Mulai dari jumlah pemain, ukuran lapangan, durasi pertandingan, hingga ketentuan pergantian pemain, setiap kompetisi dapat menerapkan regulasi tertentu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer