Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penanganan Tanah Ambles di Tunjungan Tunggu Kajian BBWS Pemali Juana

R
Penulis: Rahul Oscarra Duta❯
MASIH DIKAJI : Petugas melakukan pembukaan lahan diarea terdampak dengan merapikan pohon bambu dan pohon-pohon yang ada disekitar area.
MASIH DIKAJI : Petugas melakukan pembukaan lahan diarea terdampak dengan merapikan pohon bambu dan pohon-pohon yang ada disekitar area.

 


Advertisement

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penanganan tanah ambles di Dukuh Ngetrep, Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora, secara permanen masih menunggu hasil kajian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Diperkirakan hasil kajian akan turun minggu ini.

Kepala Bidang (Kabid) SDA DPUPR Blora, Surat, mengungkapkan bahwa BBWS Pemali Juana telah melakukan pengukuran lokasi terdampak untuk melakukan kajian mendalam terkait penerapan teknologi penanganan fenomena tanah ambles.

“Sabtu minggu lalu BBWS sudah menerjunkan tim ukurnya untuk mengambil langkah-langkah penanganan permanen. Kolaborasi awal ini kita siapkan stripping lahannya,” terang Surat.

Advertisement

Menurut Surat, upaya stripping lahan itu akan memudahkan tim inti BBWS Pemali Juana melakukan kegiatan penanganan longsoran tanah secara bertahap.

“Dan saat ini memang masih berproses dalam penyusunan desain penanganan,” jelas Surat.

Ia menambahkan, dalam penyelesaian tahap awal ini pihaknya masih menyesuaikan waktu. Namun, diharapkan dalam satu hingga dua hari ke depan pekerjaan tersebut dapat selesai. Pasalnya, intensitas hujan saat ini masih tinggi.

Advertisement

“Nanti akan disusul oleh tim inti, teman-teman BBWS Pemali Juana, sambil menunggu desain jadi,” katanya.

Pihaknya berharap, apabila cuaca ke depan mendukung pengerjaan, maka pada minggu depan tim inti BBWS Pemali Juana akan diturunkan ke lokasi kejadian.

“Penurunan tim untuk melakukan kegiatan penanganan darurat dan permanen, dengan melakukan perkuatan tebing sungai,” terang Surat.

Di sisi lain, terkait kendala di lapangan, Surat mengungkapkan bahwa pergerakan tanah masih berlangsung ketika hujan turun, terlebih saat intensitasnya tinggi dalam waktu yang lama.

“Sebenarnya kemarin, hari Sabtu, juga sudah dilakukan pengurukan dengan tertata rapi. Namun, ini sudah mengalami pengurangan kembali karena tanah dasarnya jenuh,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa atas kondisi tersebut pihaknya mengambil langkah penanganan dari bawah untuk meminimalkan pergerakan tanah atau ambles agar tidak semakin parah.

“Ini kami lakukan di sisi bawah dulu, menggunakan turap bambu maupun kayu,” katanya.

Ditambahkan, analisis sementara menunjukkan bahwa selain hujan berintensitas tinggi, salah satu faktor pergerakan tanah dipicu banyaknya titik air permukaan yang tidak terfokus dengan baik ke sungai. Pasalnya, kata Surat, area terdampak belum memiliki saluran drainase sehingga air merembes ke dalam tanah. (hul/zim)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lima Puskesmas di Bojonegoro Belum Memiliki Lahan, Pengadaan Tanah Dianggarkan di P-APBD

Lima Puskesmas di Bojonegoro Belum Memiliki Lahan, Pengadaan Tanah Dianggarkan di P-APBD

Sebanyak lima pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) berdiri di atas lahan pihak ketiga. Sehingga, Pemkab Bojonegoro merencanakan pengadaan lahan untuk meningkatkan pelayanan.

Semalam Dua Rumah Dibobol, Pencurian Marak di Kecamatan Tunjungan Blora

Semalam Dua Rumah Dibobol, Pencurian Marak di Kecamatan Tunjungan Blora

Warga Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, kembali dibuat resah. Dalam dua minggu terakhir, sedikitnya tiga kali rumah warga dibobol pencuri. Terbaru, dua rumah dibobol dalam satu malam. Sejumlah barang berharga raib, diantaranya televisi dan u

Kenapa Kita Sering Membayangkan Skenario Buruk Sebelum Sesuatu Terjadi?

Kenapa Kita Sering Membayangkan Skenario Buruk Sebelum Sesuatu Terjadi?

Ketika menghadapi sesuatu yang belum diketahui hasilnya, pikiran dapat membuat berbagai skenario. Dalam kondisi tertentu, membayangkan kemungkinan masalah bisa membantu seseorang mempersiapkan rencana cadangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer