Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kecelakaan Kerja di RS PKU Muhammadiyah Blora, Polisi Dalami Penyebab Putusnya Tali Crane

Hakam Alghivari
Penulis: Hakam Alghivari❯

 

LAKA KERJA: Polisi memasang garis di lokasi terjadinya kecelakaan kerja di RS PKU Muhammadiyah Blora Sabtu (8/2) lalu.
LAKA KERJA: Polisi memasang garis di lokasi terjadinya kecelakaan kerja di RS PKU Muhammadiyah Blora Sabtu (8/2) lalu.


Advertisement

BLORA, Radar Bojonegoro – Tragedi menimpa Rumah Sakit (RS) Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muhammadiyah Blora Sabtu (8/2) lalu. Sebanyak 13 pekerja proyek di RS itu mengalami kecelakaan akibat putusnya taling sling crane. Dari jumlah itu 4 orang dinyatakan meninggal dunia.

‘’Setelah kami cek, penyebab terjadinya laka kerja terkait karena putusnya tali sling yang digunakan untuk mengangkut kotak terbuat dari besi yang memuat 13 orang dengan menggunakan alat penggerak listrik,’’ ujarnya Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto.

Saat di ketinggian kurang lebih 12 meter tali sling crane itu putus dan tempat atau kotak yang memuat 13 orang tersebut terjun bebas ke bawah. Seketika itu terdapat 3 pekerja meninggal dunia di tempat. Sisanya mengalami luka-luka dan dibawa ke RS setempat.

Advertisement

‘’Terkait ada kesalahan manusia atau tidak, saat ini secara teknis masih kita dalami dan kita lakukan penyelidikan,’’ jelasnya.

Saat ini tim Satreskrim telah melakukan penyelidikan. Diantaranya melakukan olah TKP, mendata saksi-saksi, mengidentifikasi korban yang meninggal dunia dan yang luka-luka.

‘’Kami juga sedang mengumpulkan barang bukti dan sekarang sedang dilakukan klarifikasi kepada mandor atau pengawas proyek. Lalu, operator mesin, para pekerja lain yang ada di TKP,’’ terangnya.

Advertisement

Kasi Humas Polres Blora AKP Gembong Widodo menambahkan, informasi terkini, jumlah korban meninggal dunia menjadi 4 dan 9 lainnya luka luka dan saat ini dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora. ‘’Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan juga klarifikasi terhadap saksi-saksi,’’ ujarnya.

Terpisah, salah seorang saksi mata yang juga penjaga parkir, Susilo mengatakan bahwa peristiwa jatuhnya crane terjadi sekitar pukul 07.30 pagi.

‘’Saat mereka naik mau kerja, tiba-tiba tali putus. Dari lantai 5 belasan pekerja itu jatuh dari atas. Dan waktu kejadian itu, langsung tiga orang meninggal, sisanya luka-luka," ujarnya. (hul/zim)

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Bojonegoro Gandeng Berbagai Industri dan Fasilitasi Rekrutmen Calon Tenaga Kerja

Pemkab Bojonegoro Gandeng Berbagai Industri dan Fasilitasi Rekrutmen Calon Tenaga Kerja

Pengurangan angka pengangguran menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

PTKP Rp54 Juta per Tahun Bakal Dievaluasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja dan Wajib Pajak?

PTKP Rp54 Juta per Tahun Bakal Dievaluasi, Apa Dampaknya bagi Pekerja dan Wajib Pajak?

Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp54 juta per tahun kembali menjadi perhatian setelah pemerintah membuka wacana penyesuaian nilai tersebut. Kebijakan ini berpotensi memengaruhi penghitungan Pajak Penghasilan (PPh) orang pr

Bantu Pekerja Miliki Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Sosialisasikan Program MLT di Unigoro

Bantu Pekerja Miliki Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Sosialisasikan Program MLT di Unigoro

BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro mensosialisasikan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan di Universitas Bojonegoro (Unigoro), Kamis (22/10/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer