Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi Larang Warga Masuk Oro-Oro Kesongo

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
DILARANG: Polsek Jati mendirikan rambu larangan masuk kawasan Oro-Oro Kesongo. (RAHUL OSCARA DUTA/RDR.BLORA)
DILARANG: Polsek Jati mendirikan rambu larangan masuk kawasan Oro-Oro Kesongo. (RAHUL OSCARA DUTA/RDR.BLORA)
https://www.youtube.com/shorts/bEp93SBv9zM

BLORA, Radar Bojonegoro – Larangan masuk lokasi wisata mud volcano Oro-Oro Kesongo mulai digalakkan. Polisi memasang spanduk larangan masuk kawasan itu. Paska terjadi letusan, kawasan itu masih belum aman. Apalagi, letusan Oro-Oro Kesongo Selasa lalu (11/4) mengakibatkan satu korban jiwa.

 

Kapolsek Jati Iptu Subardi mengatakan, rambu larangan yang dipasang merupakan bentuk upaya pihak kepolisian mengamankan masyarakat sekitar. Sebelumnya pihaknya sudah pernah memasang rambu peringatan. Namun dicopot oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Subardi mengingatkan erupsi Oro-Oro Kesongo telah mengakibatkan korban meninggal dunia. Diduga korban menghirup gas beracun dari letusan itu. Satu orang korban lainnya masih dirawat di rumah sakit.

 

‘’ Kami bukan lagi memberi imbauan, tapi kami melarang warga untuk mendekat di sekitar Oro-Oro Kesongo. Demi keselamatan kita semua,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (13/4).

 

Subardi menegaskan jangan ada warga maupun pengunjung yang mendekat ke area Oro-Oro Kesongo. Sebab, dikhawatirkan terjadi letupan yang mengeluarkan lumpur bercampur gas beracun.

 

‘’Karena meletusnya di kawah tersebut tidak tahu kapan waktunya. Kami sampaikan kepada masyarakat, terima kasih atas pengertiannya dan silakan menjauh dari lokasi ini,’’ imbaunya.

 

Letusan Oro-Oro Kesongo terjadi Selasa (11/4) sore hari hingga Rabu (12/4) dini hari. Letusan menyemburkan lumpur setinggi 30 meter dan mengeluarkan gas. Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan mengindikasi gas itu adalah hidrogen sulfida atau H2S. Gas jenis itu tergolong berbahaya jika dihirup. (hul/zim)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

Dua tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kabupaten Blora kian krisis kapasitas. Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kini digadang-gadang menjadi tumpuan harapan, untuk mengurai persoalan sampah yang makin menumpuk di Kabupaten Blora

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora bakal kembali beroperasi. Namun, petani tebu sudah pasang badan. Sedikitnya 3.500 ton tebu siap digelontorkan setiap hari, jika pabrik milik BUMN tersebut kembali menggiling.

 Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pembangunan kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora dalam proses pengurukan dan pemadatan, yang saat ini sudah mencapai 60 persen. Pantauan lapangan, tampak beberapa alat berat, mulai eksavator dan truk yang menurunkan material urukan dan ba

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer