Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satreskrim Blora Telah Periksa 28 Pedagang

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
DISOROT: Aparat penegak hukum sedang menyorot dugaan pungli pasar. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
DISOROT: Aparat penegak hukum sedang menyorot dugaan pungli pasar. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Sebanyak 28 pedagang Pasar Wulung Kecamatan Randublatung dimintai keterangan penyidik kepolisian. Hal itu terkait penyelidikan dugaan tindak pidana pungutan liar (pungli). Namun, masih tahap lidik tentu belum ada penetapan tersangka.

 

Kasatreskrim Polres Blora AKP Setiyanto mengatakan, proses penyelidikan dugaan pungli di Pasar Wulung masih berlanjut. Pihaknya telah memanggil 28 saksi dan masih mengumpulkan alat bukti lainnya untuk penyelidikan lebih lanjut.

 

"Sudah 28 saksi dari pedagang atau pemilik kios dimintai keterangan," bebernya.

 

Meski sudah memerikas saksi, namun kepolisian belum menetapkan tersangka. Ada 55 dari 89 kios diduga diperjualbelikan di pasar dibangun dari anggaran pemerintah pada 2019 itu. "Terkait tersangka sampai saat ini kami belum menetapkan," ujarnya.

 

Mencuatnya dugaan pungli itu muncul dari sejumlah pedagang mengaku kalau ditarik oknum petugas pasar. Nominal uang bervariasi,  antara Rp 45 juta hingga Rp 50 juta per toko atau kios. Padahal, pembanguan toko itu dilakukan pemerintah digratiskan. Pedagang tidak dibebankan bayar sama sekali.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindakop UKM) Blora Kiswoyo menegaskan, proses tetap berjalan di kepolisian. Ia menghimbau kepada anggota dan pengelola pasar lainnya agar tidak bermain-main dengan peraturan telah dibuat.

 

"Jangan sampai ada kasus pungli pasar yang merugikan pedagang," tegasnya. (luk/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

Dua tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kabupaten Blora kian krisis kapasitas. Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kini digadang-gadang menjadi tumpuan harapan, untuk mengurai persoalan sampah yang makin menumpuk di Kabupaten Blora

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora bakal kembali beroperasi. Namun, petani tebu sudah pasang badan. Sedikitnya 3.500 ton tebu siap digelontorkan setiap hari, jika pabrik milik BUMN tersebut kembali menggiling.

 Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pembangunan kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora dalam proses pengurukan dan pemadatan, yang saat ini sudah mencapai 60 persen. Pantauan lapangan, tampak beberapa alat berat, mulai eksavator dan truk yang menurunkan material urukan dan ba

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer