Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Tuban
icon featured
Tuban

Tanamkan Ideologi Kebangsaan Kepada Paskibra

19 Agustus 2019, 19: 53: 24 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Tanamkan Ideologi Kebangsaan Kepada Paskibra

TUGAS MULIA: Hurin A. Urvan Arissunarso, petugas Paskibra pembawa baki menerima bendera Merah Putih dari Bupati Fathul Huda untuk dikibarkan saat upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia. (MOCH ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

DINAS Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban melalui Bidang Kepemudaan telah sukses menggembleng 74 pelajar Tuban menjadi pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang profesional, gagah, dan berideologi kebangsaan.

Mereka merupakan pelajar terpilih yang memenuhi standar yang ditempa dan dilatih dengan baik untuk mengibarkan bendera pada 17 Agustus 2019 di Alun-Alun Tuban.

Kepala Disparbudpora Tuban, Sulistiyadi mengungkapkan, ini merupakan tahun pertama Disparbudpora dalam menghendel pembinaan Paskibra. Pihaknya juga menggandeng unsur dari TNI, Polri, dan alumni Paskibra untuk melatih dan membimbing para Paskibra tersebut.

Baca juga: Lima Out, Pinang Tujuh Pemain Anyar

Tanamkan Ideologi Kebangsaan Kepada Paskibra

AMANAH: Pasukan pengibar menghantarkan bendera untuk dikibarkan. (MOCH ARIF NAFIK/JAWA POS RADAR TUBAN)

Dia lebih lanjut menyampaikan, dalam pembinaan para calon pengibar bendera ini diterapkan sistem seperti pembinaan Paskibra di Istana. Dia menuturkan, dalam masa pembinaan para Paskibra ini dikarantina.

’’Berdasarkan dari tahun lalu, ada alumni dari Tuban yang berhasil jadi Paskibra di Istana. Jadi kita terapkan dalam pembinaan di Tuban ini sama dengan pembinaan Paskibra di Istana seperti mengarantina mereka selama 17 hari dalam pembinaan,’’ ungkap Didit, sapaan akrabnya.

Mantan camat Tuban ini menambahkan, Kabupaten Tuban juga berhasil mengantarkan dua personel Paskibra lolos di Provinsi. Mereka berasal dari SMAN 2 Tuban dan SMAN 1 Jatirogo. ‘’Bahkan salah satunya menjadi trisula pengibar bendera,’’ ujarnya.

Pembina Paskibra Kabupaten Tuban Listyo Utomo ketika dikonfirmasi mengatakan, tahun ini seleksi Paskibra dibagi dalam empat zona kecamatan. Menurutnya, hal tersebut dimaksudkan agar terjadi pemerataan perekrutan pada seleksi Paskibra tersebut. Selain itu, dia juga ingin mempermudah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada sekolah setingkat SMA, SMK, MA negeri maupun swasta di seluruh kecamatan yang ada di Bumi Wali ini.

‘’Ini merupakan kali pertama seleksi dibagi dalam empat zona. Saya ingin semua sekolah di Kabupaten Tuban memiliki kesempatan yang sama dengan mengikuti seleksi di tempat terdekat zona kecamatannya,’’ ucap Listyo.

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan ini juga mengaku seleksi yang diselenggarakannya sangatlah ketat. Dia memastikan tidak ada titipan dalam seleksi itu. Menurutnya, hanya anak yang benar-benar memenuhi standar dari ketentuan tes seleksi saja yang lolos.

‘’Memang sengaja saya perketat seleksi ini. Saya juga tidak mau kalau ada peserta titipan. Semua harus murni karena kemampuannya memang memadai dan layak,’’ tegasnya.

Pejabat yang bertempat tinggal di Perumnas Tasikmadu ini juga menyampaikan, selama dalam karantina para peserta ditempa dan dilatih secara profesional. Tidak hanya mental, fisik, dan disiplin saja. Tetapi mereka diberikan pengetahuan dan wawasan mengenai sejarah dan ideologi kebangsaan. Menurut Listyo, penanaman ideologi kebangsaan untuk para pemuda Indonesia ini sangat penting untuk membentengi dari ideologi luar yang bertentangan dengan Pancasila.

‘’Selain saya latih mereka dalam baris berbaris dan latihan-latihan lainnya, saya juga bekali wawasan kenegaraan dan ideologi Pancasila. Mereka ini juga merupakan para pemuda penerus bangsa. Dengan penanaman ideologi kebangsaan ini mereka akan terproteksi dari segala ancaman ideologi lain selain Pancasila,’’ jelas mantan Paskibra tahun 1980 itu.

Listyo juga berharap, setelah selesai menjadi Paskibra, mereka juga dapat menularkan ideologi kebangsaan ini kepada teman dan orang-orang terdekatnya. Serta, di lingkungannya saat mereka kembali di daerah masing-masing.

‘’Saya berharap pasca menjadi Paskibra mereka dapat menularkan jiwa nasionalisme dan ideologi Pancasila di lingkungannya saat mereka kembali ke daerahnya masing-masing,’’ harap Listyo.

Sementara itu, Wabup Noor Nahar Hussein dalam sambutannya saat menutup dan melepas Paskibra untuk outbond ke Blitar menyampaikan apresiasi kepada anggota Paskibra dan semua unsur yang membantu menyukseskan kegiatan tersebut. Dia juga berpesan agar hubungan ini harus selalu dijaga. ‘’Selamat atas kesuksesan kalian dalam kegiatan Paskibra ini. Dan pesan saya, hubungan antara anggota Paskibra, pelatih, dan dinas untuk selalu dijalin. Tugas kalian tidak hanya disini saja tetapi masih ada tugas lain yang harus kalian hadapi kedepannya,’’ kata Noor Nahar. (rif)

(bj/*/wid/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia