Rabu, 08 Dec 2021
Radar Bojonegoro
Home / Tuban
icon featured
Tuban

Dampak Kulminasi hingga Akhir Oktober

18 Oktober 2021, 12: 53: 16 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Dampak Kulminasi hingga Akhir Oktober

UHU EKSTREM: Panas akibat fenomena kulminasi yang merupakan titik terdekat matahari dengan bumi. (YUDHA SATRIA ADITAMA/RDR.TBN)

Share this      

Radar Tuban – Cuaca panas ekstrem yang terasa di Tuban diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir Oktober. Cuaca panas yang mencapai hingga 37 derajat celcius tersebut disebabkan oleh kulminasi atas, sebuah fenomena pergerakan matahari yang melintas tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban Zem Irianto menjelaskan fenomena kulminasi sebenarnya hanya terjadi selama sepekan, waktu persisnya 8 – 14 Oktober.

Pada saat itu, matahari berada tepat di atas Pulau Jawa dan sekitarnya. Titik terdekat matahari dengan Pulau Jawa itu yang membuat suhu ekstrem terjadi hampir di seluruh kota/kabupaten di Pulau Jawa.

Baca juga: Bupati Terima Lencana Kehormatan dari Gubernur Jatim 

’Sekarang ini merupakan bagian dari dampaknya,’’ terang dia. Pejabat kelahiran Papua ini menjelaskan pada Oktober, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Fenomena yang disebut kulminasi atas itu merupakan fase perjalanan matahari menuju posisi 23 lin tang selatan setelah meninggalkan ekuator. ‘’Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan September - Oktober dan Februari - Maret,’’ terangnya.

Mantan Kasubid Pelayanan BMKG wilayah V Jayapura ini menjelaskan saat September – Oktober dan Februari Maret, sebagian masyarakat di Pulau Jawa akan merasakan suhu maksimum.

Seperti sekarang ini, cuaca cerah atau tidak adanya tutupan awan di langit menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan bumi. ‘’Sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan dengan rata-rata suhu 32 – 35 derajat celcius, dalam kondisi tertentu bisa melebihi suhu tersebut,’’ tutur dia.

Kondisi suhu panas ekstrem tersebut berkaitan dengan adanya Siklon Tropis Kompasu di Laut Cina Selatan bagian utara yang menarik masa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan.

Serta mendorong masa udara untuk menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah - berawan dalam beberapa hari terakhir. ‘’Diperkirakan sampai akhir Oktober 2021 ini suhu udaranya sudah tidak tinggi lagi seperti yang dirasakan beberapa hari ini,’’ papar dia. 

(bj/wid/yud/bet/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia