Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Tuban
icon featured
Tuban

E-Tilang Terkendala Alat yang Mahal

09 Juni 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Nailul Imtihany

E-Tilang Terkendala Alat yang Mahal

TITIK UJI COBA: Perempatan Kembang Ijo yang menjadi pilot project teguran elektronik dari pengeras suara.

Share this      

Radar Tuban – Sebenarnya tahun ini Tuban sudah bisa menerapkan e-Tilang. Tilang elektronik yang memanfaatkan teknologi jarak jauh tersebut sudah dikaji sejak tahun lalu dan rencananya diterapkan tahun ini. Namun, karena refocusing anggaran besar-besaran untuk penanganan Covid-19, pengadaan alat e-Tilang terpaksa ikut mundur. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Muji Slamet mengatakan, harga alat e-Tilang sangat mahal. Sekitar Rp 50 juta untuk satu titik. Terdiri dari kamera super canggih yang dapat merekam nomor polisi dan wajah di balik kaca film mobil.

Jika e-Tilang diterapkan, setidaknya membutuhkan minimal 20 alat perekam yang dipasang di sejumlah titik keramaian. ‘’Harganya sangat mahal dan kondisi sekarang ini sulit mendapatkan alatnya karena terbatas,’’ jelasnya.

Baca juga: Melanggar Physical Distancing Bakal Ditegur Melalui Pengeras Suara

Dengan alasan tersebut, mantan camat Soko itu memastikan pengadaan alat e-Tilang tidak bisa dilakukan tahun ini. Jika virus korona segera mereda, pengadaan alat bisa diagendakan tahun depan.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Muji memastikan kesiapan e-Tilang sudah final. Artinya jika alat sudah didatangkan, sistem tilang jarak jauh sudah bisa diterapkan.

‘’Kami sudah survei ke kota-kota yang menerapkan tilang jarak jauh. Kalau ada alatnya insya Allah bisa diterapkan,’’ ujar dia. Muji lebih lanjut mengatakan, salah satu persiapan untuk menuju e-Tilang adalah penerapan teguran jarak jauh.

Teguran jarak jauh yang memanfaatkan pemantauan closed circuit television (CCTV) dari ruang pantau dishub sudah berjalan tanpa kendala. Bahkan, dia menyebut teguran melalui pengeras suara di perempatan Kembang Ijo sebagai pilot project menuju tilang elektronik.

‘’Nanti kalau per lengkapan sudah siap, diterapkan di sekitar Jalan Basuki Rachmad dulu,’’ tegas dia.

Terpisah, Kasatlantas Polres Tuban AKP Argo Budi Sarwono membenarkan e-Tilang terkendala pengadaan alat. Satu-satunya kota di Jawa Timur yang sudah menerapkan e-Tilang baru Surabaya.

Itu pun pengadaan alatnya membutuhkan proses yang lama. ‘’Itu pun sekarang belum digunakan lagi karena pandemi Covid-19. Untuk di Tuban masih terkendala penga daan perlengkapan dari peme rintah daerah,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/nae/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia