Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Tuban
icon featured
Tuban

Gagal, Mediasi Gugatan Cerai Anggota DPRD

08 Desember 2021, 13: 42: 36 WIB | editor : Andhika Feriawan

Gagal, Mediasi Gugatan Cerai Anggota DPRD

Share this      

TUBAN, Radar Tuban – Bersamaan bergulirnya proses hukum kasus perzinaan yang diduga dilakukan suami ang gota DPRD Tuban berinisial MS, si dang perceraian bahtera rumah tangga wakil rakyat tersebut kemarin (7/12) digelar di Pengadilan Agama (PA) Tuban. Pada sidang perdana tersebut, Sujono Ali Mujahidin, kuasa hukum anggota DPRD Tuban berinisial SNM tak hadir. Karena hanya dihadiri MS dan Nur Aziz, kuasa hukumnya, sidang yang beragenda mediasi tersebut batal. Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Sujono sapaannya hanya menyampaikan mediasi di tunda karena salah satu pihak tidak hadir. Namun, dia enggan mengakui kalau pihaknya yang justru tidak hadir. ‘’Mediasi ditunda,’’ tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Nur Aziz mengemukakan, dia dan kliennya hadir dalam agenda mediasi ter sebut. Terkait keti dakhadiran pihak penggu gat yang diketahuinya beralasan karena keama nan, dia menyampaikan, alasan tersebut sangat klise. Menurutnya, alasan keamanan tidak cukup sah untuk ti dak hadir dalam agenda mediasi tersebut. Dia menuturkan, alasan yang cukup sah untuk berhalangan hadir dalam persidangan adalah sakit keras, kunjungan ke luar negeri, atau tugas kenegaraan. ‘’Kalau ala san keamanan yang dipakai, siapa yang mengancam mere ka,’’ katanya yang mengaku heran. 

Aziz juga mengatakan, selama ini kliennya tidak pernah melakukan intervensi, mengancam, atau bertindak yang mengarah pada perbuatan yang menakuti kepada penggugat. Karena itu, dia mengaku sangat kecewa. ‘’Seharusnya, peng gugat menggunakan alasan lain yang lebih logis dan rasional,’’ tegas praktisi hukum yang berkantor di Jalan Gedong ombo, Semanding itu. Lebih lanjut Aziz mengatakan, pihaknya menunggu mediasi lanjutan pada Selasa (14/12) depan. Dia berharap, semoga peng gugat hadir dengan keberanian dan tanggung jawabnya. Soal hasil mediasi, kata Azis, jika gagal, maka berlanjut ke proses selanjutnya. Sebaliknya, jika berhasil, kemungkinan rujuk. ‘’Hanya dua itu pili han nya,’’ ujarnya. 

Baca juga: Berkolaborasi Mengembangkan Potensi Desa

Menanggapi tertundanya me diasi tersebut, Panitera Muda Pengadilan Agama Tuban Nur Wachid enggan berkomentar karena bukan kewenang annya. ‘’Yang patut memberikan keterangan langsung adalah ketua. Dia meng anjurkan supaya bertemu langsung dengannya,’’ kata dia. Diberitakan sebelumnya, anggota DPRD Tuban berinisial SNM mela porkan suaminya ke Polres Tuban atas dugaan perzinaan. Sujono Ali Mujahidin mengatakan, atas laporan tersebut klien nya sudah diperiksa sebagai pelapor. Dia membeberkan, tempat kejadian perkara (TKP) kasus tersebut di rumah terlapor dan pelapor di salah satu desa di Kecamatan Palang. Kro nologinya, MS diduga bersama wanita idaman lain (WIL) di rumah tersebut. Kejadian tersebut berlangsung saat pelapor melakukan kunjungan kerja ke luar kota. Perbuatan tidak senonoh tersebut dipergoki oleh anak terlapor dan pelapor. Tidak terima dengan kelakuan ayahnya, si anak melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya.

(bj/*/tok/haf/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia