Minggu, 23 Jan 2022
Radar Bojonegoro
Home / Lamongan
icon featured
Lamongan
Persela Lamongan

Riskan, Seluruh Bek Sayap Kanan Tua

Suporter Sayangkan Kepergian Birrul

14 Januari 2022, 09: 42: 27 WIB | editor : Mohammad Yusuf Purwanto

Riskan, Seluruh Bek Sayap Kanan Tua

PENGGANTI TUA: Persela resmi melepas Ahmad Birrul Walidain ke Persikabo 1973, dan merekrut bek kanan tua Valentino Telabun. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

Share this      

LAMONGAN, Radar Lamongan - Valentino Telabun menjadi bek sayap terakhir yang direkrut Persela, didetik terakhir penutupan jendela transfer Liga 1 Rabu (13/1). Pemain berusia 37 tahun ini direkrut setelah manajemen mendepak putera daerah Lamongan, Ahmad Birrul Walidain ke Persikabo 1973. 

‘’Iya, (Valentino) sudah gabung latihan kemarin, pemain direkrut sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pelatih,” ujar tulis Manajer Persela Lamongan Taufiq Kasrun melalui pesan WhatsApp.

Taufiq sempat mengklarifikasi jika Birrul melakukan indisipliner. Sehingga keputusan managemen dan tim pelatih sudah bulat, untuk melepas pemain asal Kecamatan Babat tersebut. Itu tentu menunjukkan lemahnya Pengurus Persela dalam memanajemen pemain secara baik. Sebab, sebenarnya Birrul masih cukup dibutuhkan skuad Laskar Joko Tingkir.  

Baca juga: Krisis Pemain Masih Menghantui

‘’Setiap pelatih memiliki prinsip masing-masing, dan kita menghormati itu,” terang manager asal Kecamatan Babat itu. 

Taufiq berkilah pemain tidak melakukan koordinasi dengan baik, karena sudah ada larangan. Tapi pemain tetap memaksa, sehingga harus menerima konsekuensi. Dia mengatakan tidak ada pemain yang diperlakukan istimewa. Termasuk pemain asing yang diperbolehkan berangkat lebih dulu dibandingkan pelatih dan pemain inti lain. 

‘’Tidak ada yang diistimewakan, tergantung yang menyikapi bagaimana,’’ ucap Taufiq. 

Perekrutan Valentino menjadi penegas jika Persela doyan menumpuk pemain tua diposisi bek sayap kanan. Dua bek kanan yang sebelumnya direkrut yakni Kaharudin, 33, dan Ricky Akbar Ohorrela, 30. 

Bahkan kini Ricky Ohorrela sedang dibekap cedera cukup serius. Sedangkan berdasarkan informasi, Kahar juga memiliki riwayat cedera. Disinggung terkait Birrul. Taufiq memastikan jika Birrul sudah keluar dari Persela dan bergabung dengan Persikabo. 

Selain tiga pemain tersebut, Persela juga merekrut sejumlah pemain diputaran kedua ini. Yakni Abdul Rohim, Nur Iskandar, Syarif Wijayanto, dan Rahel Radiansyah. 

Head Coach Persela Lamongan Jafri Sastra menuturkan, kedatangan Valentino menutup bursa transfer di internal Persela. Menurut dia, Valentino dibutuhkan karena pengalamannya dinilai cukup mumpuni. 

Terkait Birrul, versi Jafri, saat keberangkatan tim tanggal 4 Januari lalu dibagi menjadi dua kloter. Terdapat pemain yang berangkat malam menggunakan bus bersama ofisial. Sedangkan disaat itu, pemain inti menggunakan pesawat, termasuk Birrul juga. 

Ketika hendak berangkat menggunakan pesawat pukul 08.30 Wib, hanya Birrul yang tidak datang. Selanjutnya, terang dia, tim pelatih menghubungi manajer untuk mendapatkan informasi pemain yang berangkat menggunakan bus.

Ternyata tidak ada kabar, Selanjutnya pelatih dan sejumlah pemain segera bergegas menuju bandara. Dalam perjalanan, tim pelatih mendapatkan kabar jika Birrul memisahkan diri dari tim. Yakni, diakui Jafri, Birrul berangkat dengan aturan yang dibuat sendiri, tanpa mendapat izin pelatih dan manajer. Sehingga, Jafri menegaskan, keputusan ini harus dibuat  agar pemain memiliki tanggung jawab. 

‘’Kita harus membuat keputusan yang sesuai dengan kebutuhan,’’ terang mantan pelatih PSPS Riau itu. 

Sementara itu, Birrul masih enggan mengklarifikasi hal tersebut. Birrul hanya meminta maaf dan berharap bisa lebih baik dari sebelumnya. Dia mengaku harus selalu belajar dalam situasi dan kondisi apapun. 

‘’Minta maaf, dan terima kasih atas dukungan selama ini,” jelas mantan kapten Persela junior itu. 

Terpisah, Curva Boys Verdy Aprista Vernandes mengaku menyayangkan keputusan melepas putra daerah. Tapi dia menghormati apapun yang menjadi keputusan dari pemain, pelatih, dan jajaran Manajemen Persela. 

Dia berharap Manajemen Persela lebih bagus dan fokus untuk mengkondusifkan situasi yang ada di internal klub. Menurut dia, dengan keputusan putra daerah keluar dari klub, dikhawatirkan berdampak buruk terhadap klub yang pernah dibela. 

Dia menilai, semua ini seharusnya menjadi tanggung jawab manajemen dan pelatih dalam mengkondisikan situasi yang saat ini terjadi. Apalagi kondisi klub saat ini sedang terseok-seok di papan bawah. Sehingga, dia berharap, tren baik yang sebelumnya dengan berada di zona aman masih bisa dipertahankan. 

‘’Kita menyadari keputusan yang diambil dari para petinggi klub, tapi pertimbangannya harus bisa mengembalikan persela ke zona aman lagi,’’ ucap Verdy.

(bj/rka/ind/min/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia